top of page

Dampak Relevansi Budaya Melalui Virtual Realityterhadap Peserta Didik Sains



Di era serba digital ini, inovasi teknologi Virtual Reality (VR) telah berperan menjadi wadah yang tepat untuk menunjang aktivitas dari berbagai ranah kehidupan sosial, terutama pendidikan. Pendidikan merupakan satu pilar penting yang menentukan lahirnya generasi emas di masa mendatang. Untuk mencapai hal tersebut, peran kuncinya terdapat pada para pendidik. Saat ini mereka sedang berlomba-lomba mengadakan pembelajaran efektif dan kontekstual di ruang kelas, salah satunya dengan merelevansikan budaya pada pembelajaran sains.


Dampak relevansi budaya melalui pembelajaran VR terhadap peserta didik, yaitu sains terpaparkan pada penelitian berjudul “Jembatan Virtual ke Akses Budaya: Virtual Reality yang Relevan Secara Budaya dan Dampaknya Terhadap Siswa Sains” (2020). Penelitian ini dirilis International Journal of Technology in Education and Science (IJTES) dan dikerjakan oleh lima peneliti antara lain Brown, Ribay, Perez, Boda, & Wilsey. Mereka menyusun penelitian tersebut berdasarkan pengkajian atas dampak relevansi budaya dalam VR kepada peserta didik sains. Sementara itu, korpus penelitian ini adalah para peserta didik sains yang berjumlah 145 orang.


Pada dasarnya, teknologi VR merupakan bentuk inovasi lanjutan yang menawarkan dunia virtual berbentuk 3D sekaligus memberikan pengalaman imersif. Sederhananya, imersif merupakan kata serapan dari kata ‘immersive’ yang artinya sebuah teknologi informasi ketika pengguna VR bisa merasakan eksistensi realistis pada dunia virtual tersebut. Di sisi lain, sains adalah pengetahuan sistematis yang diperoleh dari sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya. Faktanya, VR telah cukup lama menujukkan kecanggihannya dalam dunia sains. Fakta tersebut juga berlaku pada pencapaian pemahaman maksimal peserta didik sains yang ternyata masih dapat ditingkatkan melalui relevansi budaya.


Menurut studi Brown, Ribay, Perez, Boda, & Wilsey (2020), pengalaman yang relevan dan memiliki signifikansi sosial dan budaya membuat peserta didik mudah untuk menyerap materi pembelajaran. Tercatat 145 peserta didik sains terlibat dalam penelitian itu berperan dalam pelaksanaan survei implementasi VR. Di samping itu, 48 peserta didik lainnya melakukan wawancara terkait pembelajarannya. Peserta didik yang menjadi bahan penelitian tersebut merupakan peserta didik yang duduk di bangku sekolah dasar dari kelas 4 dan 5. Alhasil, peningkatan signifikan terlihat dari peserta didik yang belum mengalami relevansi budaya di pembelajaran sains. Sementara itu, peserta didik yang merasakan relevansinya mengalami suatu peningkatan efektif.


Bagaimanapun juga, platform penyedia teknologi VR bagi pendidikan semakin menjadi sorotan dan diprogram secara masif sejak 5 tahun belakangan ini, salah satunya MilleaLab. SHINTA VR adalah perusahaan teknologi Indonesia yang menginisiasi MilleaLab sebagai platform Education Technology (EdTech) sejak 2019. Sebagaimana penelitian menurut studi Brown, Ribay, Perez, Boda, & Wilsey (2020) memaparkan VR sebagai jembatan virtual ke akses budaya pada pembelajaran sains, MilleaLab pun menjadi jembatan bagi peserta didik yang kesulitan meraih akses teknologi pendidikan yang canggih dan layak.


Selain itu, MilleaLab menyediakan platform pembelajaran berbasis teknologi VR yang dilengkapi berbagai macam aset 3D. Menariknya, MilleaLab dapat menyajikan berbagai macam aset 3D sesuai mata pelajaran dengan fitur ‘Drag n Drop’ sebagai bentuk kemudahan bagi pendidik dalam menyiapkan konten pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran sains bisa tersampaikan lebih menarik dan efektif berkat platform pembelajaran VR dari MilleaLab. Penghematan biaya laboratorium, biaya praktik, dan sebagainya juga menjadi salah satu keunggulan MilleaLab yang membasiskan praktik pembelajaran VR jika dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Pada akhirnya, mewujudkan efektivitas dan kebahagiaan dalam pembelajaran merupakan peran utama MilleaLab.


Comments


bottom of page