top of page

Penyebaran Dampak Imersif #7: Pelatihan Pembelajaran TIK Berbasis Teknologi Digital





Cerita penyebaran dampak imersif mengisahkan sejumlah cerita mengenai beragam praktik baik terkait pengimplementasian teknologi Virtual Reality MilleaLab di dunia pendidikan. Bakrowi, S. Pd. dan Muhammad Yahya, M. Kom. berkontribusi dalam pelatihan pembelajaran TIK berbasis teknologi digital.



Sebuah konsistensi datang dari dua orang pendidik, yaitu Bakrowi, S. Pd., pendidik dari SMP Nasional KPS Balikpapan dan Muhammad Yahya, M. Kom., pendidik dari SMKN 1 Samarinda. Pada Desember 2023 silam, keduanya menginisiasi sebuah pelatihan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis teknologi digital jenjang SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Timur. Sebelum berkontribusi terhadap rangkaian program kegiatan tersebut, keduanya memiliki cerita masing-masing terkait perkenalan yang membawa mereka kepada praktik baik di dunia pendidikan.


Muhammad Yahya, M. Kom. menyampaikan, “Saya mengenal bapak Bakrowi di tahun 2018 ketika sama-sama mengikuti kegiatan ajang seleksi Duta Rumah Belajar. Alhamdulillah, yang beruntung adalah saya menjadi duta di tahun 2018. Di tahun berikutnya, yakni pada 2020, pak Bakrowi mengikuti lagi dan terpilih jadi Duta Rumah Belajar.” Selanjutnya, Bakrowi, S. Pd. menambahkan, “Sebenarnya, program kegiatan ini sudah ada sejak 2020 di masa pandemi COVID-19 dan terus berkelanjutan hingga akhir tahun 2023 kemarin. Kebetulan, saya dan pak Yahya itu tergabung ke dalam satu tim. Nah, saat bertemu dengan pak Yahya itu, saya dikenalkan oleh beliau tentang MilleaLab.”


MilleaLab sendiri merupakan sebuah platform teknologi pendidikan (EdTech) yang memiliki visi, yaitu mewujudkan harmonisasi di dunia pendidikan. Perwujudan misi tersebut pun salah satunya berangkat dari kontribusi para Pendekar VR, komunitas yang berisikan pendidik aktif dalam mengimplementasikan Virtual Reality (VR) di ruang kelas. “MilleaLab yang mengandalkan VR menjadi hal baru dalam dunia pendidikan di masa pandemi saat itu. Menarik, seperti kita belajar di dalamnya. Pembelajaran digital yang ditampilkan dalam pelatihan pembelajaran itu tidak hanya VR, ada SAC, dan lainnya,” ujar Bakrowi, S. Pd. “Setiap tahun di tiap provinsi ada kegiatan ini dan beberapa tahun lalu menyebar ke pulau, kabupaten, dan kota. Karena kegiatannya paralel maka tidak bisa ditangani oleh saya sendiri, maka rekan Duta Rumah Belajar yang lain dilibatkan. Saya dan pak Bakrowi di kabupaten Balikpapan dan yang lainnya di wilayah lain,” tambah Muhammad Yahya, M. Kom.


Lebih lanjut, Muhammad Yahya, M. Kom. melanjutkan, “Saat ini, masih terjadi ketimpangan dari para pendidik yang mengajar TIK. Kami ingin keterampilan di teknologi digital tersebut merata. Seperti yang bapak Bakrowi sampaikan, kegiatannya sudah berulang-ulang dari tahun ke tahun. Peserta pelatihan yang sudah mengikutinya di tahun sebelumnya itu tidak boleh ikut lagi.” Sama halnya dengan berbagai praktik baik yang telah Pendekar VR laksanakan, dampak daripada praktik-praktik tersebut pun terlihat jelas melalui kegiatan ini. “Jadi, intinya pemerataan penguasaan teknologi di Kaltim harus merata di semua kalangan pendidik. Setelah pelatihan, kami minta mereka mendiseminasikan informasi dan pembelajarannya kepada rekan sejawat di sekolahnya, begitu,” lanjut Muhammad Yahya, M. Kom. Kendati demikian, dampak tersebut hanya dapat terwujud setelah Muhammad Yahya, M. Kom. dan Bakrowi, S. Pd. melewati berbagai kendala.


“Untuk saat ini memang, teknologi VR masih dianggap mewah di sebagian besar sekolah. Karena peralatannya sendiri belum dijual secara offline. Toko gadget dan komputer pun belum memperjualbelikannya. Itu jadi salah satu kendalanya,” ujar Muhammad Yahya, M. Kom. Menariknya, MilleaLab telah mengantisipasi kendala ini dengan menyediakan fitur mode non-VR pada MilleaLab viewer sehingga pengguna MilleaLab dapat mengakses konten pembelajaran VR hanya melalui smartphone saja. Selain itu, MilleaLab pun menyediakan program kerjasama untuk satuan pendidikan dalam penyediaan perangkat VR. Fakta ini tentunya secara tuntas mengatasi kendala perangkat VR yang masih belum umum saat ini.


Selain itu, Bakrowi, S. Pd. menyampaikan bahwa ketika mereka melaksanakan kegiatan di daerah terpencil, kendala jaringan internet seringkali menjadi hambatan bagi para pendidik untuk mengerjakan tugas terkait pembuatan konten pembelajaran VR. Senangnya adalah penyampaian materi saat pelatihan berjalan dengan lancar yang melibatkan antusias dari para peserta pelatihan. Dan lagi, penyebaran dampak imersif oleh Bakrowi, S. Pd. dan Muhammad Yahya, M. Kom. akan terus berlanjut di tahun 2024 ini. Setiap pendidik akan mendapatkan giliran untuk berkesempatan meningkatkan kompetensi pembuatan bahan ajar digital. Nantikan!


Comentarios


bottom of page