top of page
  • Tjokorda Putra Surya Dharma

GURU MASA KINI ALA PENDEKAR VR BANGKA TENGAH


Sebagai pendidik dan VR Ambassador, Ibu Dio Andespa selalu berusaha untuk menyebarkan impact bagi para peserta didiknya. Tanpa disangka, impact yang beliau sebarkan nyatanya meluas tidak hanya pada peserta didiknya saja, melainkan bagi para pendidik lainnya di Indonesia. Bagaimana tidak, konsistensi beliau dalam menyebarkan impact melalui pembelajaran berbasis Virtual Reality, berbuah diliput oleh media TV Nasional yang mengangkat topik Guru Masa Kini. Hal ini pun sekaligus menjadi momen suka cita bagi MilleaLab dan Pendekar VR, karena dapat memfasilitasi pendidikan di Indonesia melalui inovasi Virtual Reality. Di mana secara tidak langsung, apa yang dilakukan oleh Ibu Dio Andespa turut membawa MilleaLab selangkah lebih maju lagi pada visinya, yaitu membangun kembali harmonisasi antara sekolah, pendidik, peserta didik, dan orang tua secara maksimal.


Pendidik yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris ini mulai aktif dan konsisten menggunakan MilleaLab sejak 2021. “Saya konsisten menggunakan VR MilleaLab di tahun 2021, baik dalam pembelajaran, pengenalan profil sekolah dalam pameran pendidikan, maupun dalam mengenalkan wisata daerah,” ujarnya. Hal tersebut juga menjelaskan bahwa impact yang ditimbulkan MilleaLab juga dapat dimanfaatkan oleh industri lainnya. Menurut Ibu Dio, impact yang ditimbulkan pun mampu meningkatkan kualitas dari proses pembelajaran itu sendiri. “Saya merasa peserta didik Saya menunjukkan antusiasme saat menggunakan VR MilleaLab dalam pembelajaran. Saya juga melihat ada pengaruh yang cukup signifikan dalam segi pemahaman materi, walaupun hal ini masih perlu Saya teliti lebih mendalam,” tegasnya.


Membawa nama sekolah, daerah, Pendekar VR dan MilleaLab, Ibu Dio mengajak para pendidik lainnya di Indonesia untuk menciptakan bahagia belajar pada peserta didik dan pendidik itu sendiri. Dengan menggunakan MilleaLab, para pendidik dapat membuat konten pembelajaran berbasis Virtual Reality tanpa memerlukan skill coding dan device yang mahal. Karena semuanya sudah disediakan oleh MilleaLab melalui fitur-fiturnya, dan pendidik hanya memerlukan kreativitasnya untuk menciptakan konten pembelajaran yang menarik. “Saya menyukai semua fitur dalam MilleaLab Creator, terutama pada fitur 3D Asset yang memungkinkan Saya untuk mengeksplorasi imajinasi dan menuangkannya dengan merangkai setiap aset menjadi bangunan dan benda 3D yang terasa hidup,” menurutnya. Merangkai asset-nya pun cukup dengan drag and drop saja, seperti bermain game.


Berdasarkan kisah Ibu Dio tersebut, dapat dicermati bahwa konsistensi dalam menyebarkan impact positif, akan membuahkan hasil yang positif juga. Sebagai manusia, kita semua harus mulai berpikir terkait impact yang akan kita sebarkan semasa hidup. Ibu Dio juga berharap dapat memunculkan kesadaran bagi para pendidik lainnya, melalui apa yang telah beliau lakukan. “Saya berharap Dinas Pendidikan dan pihak lain seperti MGMP, MAKA, atau KKG dapat menjalin kerja sama aktif dalam mengenalkan VR untuk pembelajaran melalui kemitraan dengan MilleaLab. Dengan demikian, akan ada semakin banyak pendidik dan peserta didik di Bangka Belitung yang dapat mengambil manfaat positif dari perkembangan teknologi saat ini, termasuk teknologi VR,” ujarnya.


bottom of page