• Tjokorda Putra Surya Dharma

MENYEBARKAN PRAKTIK BAIK HINGGA DARATAN PALING TIMUR INDONESIA


Setelah kegiatan di Bintan pada 8 Juli lalu, MilleaLab kembali melanjutkan misinya dalam menyebarkan praktik baik pada sektor pendidikan. Tepat pada 5 hari setelah kegiatan di Bintan, MilleaLab melanjutkan perjalanan menuju wilayah bagian timur Republik Indonesia, yaitu Sorong, Papua Barat. Perjalan tersebut melanjutkan misi “Adopsi Teknologi Digital di Sektor Pendidikan”, yang merupakan sebuah kolaborasi antara KOMINFO dengan KEMENDIKBUD RISTEK terkait peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 13 Juli yang dihadiri langsung oleh para pendidik setempat sebanyak 100 pendidik SMA dan SMK, yang mana secara tidak langsung membuktikan konsistensi MilleaLab dalam menyebarkan praktik baik penggunaan teknologi Virtual Reality sejak 2019 silam. Kegiatan ini juga turut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Bernabas Dowansiba. Beliau menyambut dan membuka kegiatan ini dengan sangat baik, beliau juga mengungkapkan bahwa “Saya sangat bangga dengan guru-guru di Papua Barat yang diakui oleh tim bahwa memiliki antusiasme yang luar biasa dalam mempelajari hal baru. Karena seperti yang diketahui, bahwa sekarang guru harus mengikuti perkembangan zaman yang ada dan mempelajari segalanya agar tidak tertinggal. Saya berharap kegiatan ini tidak berlangsung hanya hari ini saja, tetapi ada kegiatan-kegiatan lanjutan untuk memperdalam kompetensi guru yang telah hadir hari ini. Saya berharap, semoga program ini dapat terus berjalan demi meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Papua Barat”, ujarnya.


Bermodalkan konsistensi dan keyakinan kuat dalam memberikan impact yang baik terhadap kualitas pendidikan Indonesia, melalui kegiatan ini MilleaLab dapat melihat bagaimana antusiasme para pendidik dalam membuat dan mengembangkan konten Virtual Reality. Walaupun terbatasnya koneksi internet yang ada, ditambah dengan kesabaran penuh para pendidik, mereka berhasil menyelesaikan konten Virtual Reality berdasarkan mata pelajaran masing-masing. Bahkan sebagian pendidik berkolaborasi dengan pendidik di sekolahnya untuk membuat konten. Seperti salah satu sekolah SMA yang terdiri dari pendidik mata pelajaran Bahasa Inggris dan akuntansi, di mana mereka saling berkolaborasi dalam membuat konten dengan skenario perbankan menggunakan Bahasa Inggris. Setelah berhasil menyelesaikan konten pembelajaran, para pendidik tersebut diminta untuk mempresentasikan hasil kontennya dihadapan pendidik lainnya, dan antusiasme para pendidik pun tidak dapat terhindarkan kembali. Di mana awalnya MilleaLab hanya mempersiapkan kesempatan pada perwakilan 3 sekolah, seketika harus menambahkan durasi untuk 6 sekolah. Hal ini tentu menjadi api semangat tersendiri bagi para VR Educator MilleaLab dalam menyebarkan praktik baik. Selain mempresentasikan karyanya, para perwakilan dari 6 sekolah tersebut juga harus menyampaikan mengenai impact apa yang ingin ditimbulkan melalui konten Virtual Reality yang telah mereka buat, secara bergantian. Melalui sesi presentasi tersebut, kita dapat melihat sejauh mana kompetensi para pendidik terhadap pembuatan konten, mulai dari menentukkan skenario hingga menjadi sebuah konten Virtual Reality yang utuh. Proses penyampaian masing-masing perwakilan tersebut tentunya menjadi sebuah pengalaman baru bagi para pendidik, yang awalnya mereka hanya menyampaikan materi secara verbal di kelas, namun melalui media ajar Virtual Reality, mereka harus memikirkan skenario efektif untuk menciptakan bahagia belajar pada peserta didiknya.


Kendati Sorong merupakan wilayah yang terletak pada daratan paling timur Republik Indonesia, Jelita Cahyaningtiyas selaku Brand Owner memastikan bahwa MilleaLab akan secara konsisten dan lebih massive lagi dalam menyebarkan praktik baik di seluruh pelosok negeri kedepannya. Tidak lepas dari itu semua, Jelita juga mengungkapkan bahwa dirinya terinspirasi dari para Bapak/Ibu pendidik Indonesia dalam mengembangkan kompetensinya untuk memberikan yang terbaik bagi para peserta didik di Kota dan Kabupaten Sorong. Beliau juga berharap agar MilleaLab dapat menjadi solusi bagi terbatasnya akses dan fasilitas belajar yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sehingga apa yang MilleaLab lakukan diharapkan mampu memberikan kebahagiaan peserta didik dan impact yang lebih baik bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dalam rangka mencapai itu semua, setelah kegiatan di Sorong ini, MilleaLab melanjutkan penyebaran praktik baik di Jawa Barat, dan Bali sebagai penutup bulan Juli ini.