• Tjokorda Putra Surya Dharma

MILLEALAB, KOMINFO, KEMENDIKBUD: MINIMALISIR LEARNING LOSS DENGAN VIRTUAL REALITY


20 Juli 2022 - merupakan lanjutan perjalanan MilleaLab dalam menyebarkan praktik baik setelah Kota Sorong, Papua Barat pada 13 Juli kemarin. Ini merupakan kali kedua MilleaLab mengunjungi Kabupaten Kuningan, Jawa Barat setelah kunjungan yang pertama pada November 2021. Kunjungan kedua ini memiliki tujuan serupa dengan yang pertama, yaitu untuk memberikan literasi kepada Bapak/Ibu pendidik di Kuningan mengenai penggunaan teknologi, khususnya teknologi Virtual Reality untuk pendidikan. Kegiatan ini merupakan program lanjutan yang diinisiasi oleh KOMINFO, yaitu Adopsi Teknologi Digital di Sektor Pendidikan. Di sisi lain, kunjungan yang kedua ini tidak luput dari antusias Dinas Pendidikan untuk meratakan informasi terkait teknologi imersif dalam ranah pendidikan. Namun yang menjadi pembeda pada kegiatan di tahun 2022 ini, KOMINFO menggandeng KEMENDIKBUD RISTEK untuk memberikan literasi lebih mendalam kepada Bapak/Ibu pendidik hebat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mengenai pemanfaatan teknologi imersif, tepatnya Virtual Reality pada sektor pendidikan.


Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak Abidin, S.Pd.,M.Si selaku Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan. Beliau mengatakan “Teknologi tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan. Dengan begitu Bapak/Ibu juga harus belajar mengenai teknologi pendidikan yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan tujuan untuk memberikan solusi efektif terkait learning loss yang terjadi selama ini. Bapak/Ibu juga harus meningkatkan kompetensi dalam penggunaan teknologi pendidikan, dalam rangka memberikan konten-konten pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Saya harap, melalui kegiatan ini Bapak/Ibu dapat melakukan lompatan pendidikan dengan adanya digitalisasi, sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi para peserta didik di Kabupaten Kuningan, serta meminimalisir kondisi learning loss yang ada”, ujarnya.


Sebanyak 50 partisipan yang terdiri dari pendidik SMP Kabupaten Kuningan, terpantau sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut dibuktikan ketika mereka mengeksplorasi asset 3D MilleaLab dalam membuat konten yang diintegrasikan dengan rancangan pembelajaran yang dimiliki oleh Bapak/Ibu pendidik sendiri. Pada kesempatan yang sama, para pendidik juga mengatakan bahwa MilleaLab merupakan platform yang mudah dalam pengoperasiannya. Karena semua asset 3D sudah disediakan oleh MilleaLab dan para pengguna hanya drag and drop saja. Selain itu, segala skenario pembelajaran dapat dibuat dengan mudah, seperti halnya mensimulasikan kegiatan pembelajaran bank, materi di luar angkasa, dan sebagainya. Kemudahan para pendidik dalam pengoperasian MilleaLab ini memang menjadi fokus utama MilleaLab, selain impact yang ditimbulkan. Pasalnya akan sangat mustahil untuk memunculkan impact positif, ketika para pendidik tidak dapat mengoperasikan teknologi itu sendiri. Dengan begitu, impact seperti meningkatnya emosi positif dan daya ingat pada peserta didik akan jauh lebih mudah tercapai.


Kedepannya MilleaLab akan terus konsisten dalam menyebarkan praktik baik penggunaan VR tidak hanya di kota besar tetapi juga di kabupaten-kabupaten di Indonesia demi memberikan akses dan fasilitas yang merata. Jelita Cahyaningtyas, selaku Brand Owner MilleaLab berharap dengan adanya program kolaborasi antara Kementerian KOMINFO, KEMENDIKBUD RISTEK dengan MilleaLab ini dapat menginformasikan mengenai urgensi penggunaan teknologi imersif, khususnya Virtual Reality yang sudah terbukti memberikan banyak impact baik untuk dunia pendidikan. Jelita juga berharap, khususnya di Kabupaten Kuningan dapat merasakan impact positif dari teknologi Virtual Reality seperti yang dirasakan pada beberapa wilayah di Indonesia, yang tentunya dapat menciptakan kebahagiaan belajar bagi peserta didik dengan MilleaLab.