• Tjokorda Putra Surya Dharma

PEMBELAJARAN BERBASIS VR MULAI MEMASUKI WILAYAH MALUKU


Tual, 20 Oktober 2022 merupakan kegiatan pelatihan para pendidik di wilayah Tual, Maluku mengenai pembuatan konten pembelajaran berbasis Virtual Reality. Kegiatan ini adalah lanjutan dari rangkaian kolaborasi antara KOMINFO, KEMENDIKBUD RISTEK, dan MilleaLab dalam mengadopsi teknologi digital pada sektor pendidikan. Di mana kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sejak Mei 2022 hingga akhir tahun 2022. Kolaborasi ini juga mendorong MilleaLab dalam mencapai visinya untuk mengkoneksikan seluruh jaringan pendidikan di Indonesia dengan teknologi Virtual Reality untuk menghidupkan kembali harmonisasi antara sekolah-pendidik-peserta didik-orang tua secara maksimal.


Pada kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 150 pendidik dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK wilayah Tual, Maluku. Selaku VR Educator yang bertanggung jawab pada kegiatan tersebut, Mashita Trisha mengatakan bahwa “Selama kegiatan berlangsung, kita tidak bisa terhindar dari kendala jaringan yang kurang stabil, sehingga memakan cukup waktu untuk mengakses MilleaLab Creator.” Apa yang dikatakan Mashita ini menunjukkan bahwa penyebaran koneksi di Indonesia belum merata, terutama pada wilayah pelosok. Meskipun demikian, pendidik sangat antusias untuk mengikuti pelatihan pembuatan konten pembelajaran berbasis Virtual Reality ini. “Bahkan semangat para pendidik, terlihat sangat kompak dan juga sangat siap untuk menerima ilmu baru mengenai teknologi pendidikan khususnya Virtual Reality. Hal itu dibuktikan dengan kemampuan para pendidik dalam membuat konten tanpa membutuhkan waktu lama,” tegas Mashita.


Dalam kegiatan tersebut, pendidik diberi waktu untuk mengeksplorasi fitur-fitur yang terdapat pada MilleaLab Creator, dan mempresentasikan konten pembelajaran yang telah dibuatnya pada akhir kegiatan. Salah satu pendidik yang mempresentasikan karyanya ialah Pak Herul. Beliau membuat konten pembelajaran Bahasa Inggris mengenai descriptive text yang dikemas dalam bentuk perjalanan. “Ketika peserta didik masuk ke dalam konten ini, mereka seolah berada di sebuah pantai dan bertemu dengan penjaga pantai yang mengarahkan peserta didik untuk mengikuti journey yang telah dibuat, dan berisi informasi-informasi mengenai materi ajar berbasis Virtual Reality. Selanjutnya, peserta didik mengikuti journey hingga akhirnya diarahkan menuju bibir pantai dan terdapat video penjelasan mengenai descriptive text,” ujar Pak Herul. Berdasarkan penjelasan dari Pak Herul tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis Virtual Reality ini mampu meningkatkan interaksi peserta didik terhadap pembelajaran. Ditambah lagi pembuatan konten yang hanya drag and drop saja, semakin memudahkan untuk mencapai harmonisasi antara sekolah-pendidik-peserta didik-orang tua.


Melalui kegiatan ini, Mashita berharap “Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pendidikan di Kota Tual dalam mengimplementasikan VR pada sektor pendidikan, serta terciptanya #bahagiabelajar bersama MilleaLab.” Selain itu, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para pendidik akan perkembangan teknologi yang ada. Pasalnya kecanggihan teknologi ini akan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik, terlebih lagi telah banyak penelitian di negara maju mengenai impact teknologi Virtual Reality sektor pendidikan. Diantaranya seperti meningkatkan ketertarikan peserta didik, emosi positif peserta didik, dan daya ingat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.