• Jelita Cahyaningtiyas

Pembelajaran Blended Learning dengan Media Virtual Reality (VR)


 


Blended Learning

Blended learning merupakan gabungan 2 istilah Bahasa Inggris, yaitu: blended dan learning. Kata blend artinya campuran, sedangkan learn artinya belajar. Dalam Bahasa yang lebih sederhana, blended learning adalah penggabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Penggabungan ini harus menciptakan lingkungan yang ideal bagi dua lingkungan pembelajaran yang berbeda potensi, yaitu lingkungan pembelajaran secara tatap muka dan online.


Pembelajaran blended learning banyak diterapkan di ruang kelas karena memiliki berbagai manfaat baik bagi peserta didik. Manfaat tersebut antara lain, seperti peningkatan hasil belajar, kenyamanan, fleksibilitas, dan akses yang tidak terbatas serta efisiensi biaya. Pembelajaran blended learning semakin banyak digunakan pendidik dalam pembelajaran karena dengan menggunakan pembelajaran blended learning, maka akses pembelajaran dapat lebih luas dan peserta didik mampu mendapatkan informasi sebanyak yang diinginkan.


Blended learning dapat dimaknai pula sebagai perpaduan pemanfaatan teknologi komputer dan internet yang ditawarkan oleh pembelajaran online dan partisipasi pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka (konvensional) atau suatu situasi pembelajaran yang mengkombinasikan beberapa metode penyampaian yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang paling efektif dan efisien (Williams, 2003; Singh, 2003; Harriman, 2004). Kombinasi yang dimaksud dapat berupa gabungan beberapa macam teknologi pengajaran, seperti video, internet, virtual reality dengan pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran Blended Learning dengan Media Virtual Reality (VR)

Pembelajaran blended learning dengan media Virtual Reality (VR) dapat menggunakan aplikasi MilleaLab. MilleaLab merupakan aplikasi yang dibuat oleh anak bangsa untuk pendidik dalam membuat konten pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pendidik dapat membuat lingkungan berbasis Virtual Reality (VR) kepada peserta didik seolah dapat berinteraksi secara nyata dengan lingkungan tersebut. MilleaLab sudah melatih 2.600 pendidik dari 1.300 sekolah, dan sudah diakses oleh 16.000 peserta didik yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.


MilleaLab sudah melakukan uji coba pada beberapa sekolah di 10 Provinsi Indonesia dan menghasilkan peningkatan emosi positif dan motivasi belajar peserta didik sebesar 90%, peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 54%, dan peningkatan pemahaman dan kemampuan analitis peserta didik sebesar 80%.


Dengan menggunakan MilleaLab, pendidik dapat membuat konten pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) tanpa batas dari segi materi pembelajaran, lokasi, waktu, dan lainnya. Konten pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) dibuat dengan skenario permasalahan sehingga dapat menimbulkan daya imajinasi peserta didik, daya analitis dan kreatif peserta didik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Dengan MilleaLab, pendidik dapat membuat skenario tak terbatas dari segi waktu maupun tempat sehingga dapat membawa peserta didik masuk ke dalam skenario pembelajaran secara utuh.


Penggunaan MilleaLab dalam pembelajaran dilakukan oleh salah satu pendidik bernama Ika Desi yang berasal dari SMAN 2 Abiansemal, Bali yang membuat konten pembelajaran Matematika dengan skenario permasalahannya, yaitu mengukur tinggi Monas tanpa alat ukur. Skenario yang diberikan kepada peserta didik adalah memberikan lingkungan realitas maya dengan berada di lingkungan Monas dan terdapat beberapa interaksi yang mengarahkan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan rumus matematika sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan permasalahan secara nyata yang diberikan oleh pendidik, maka peserta didik dapat lebih memahami dan mengingat runtunan skenario. Hal ini dapat dilakukan peserta didik di mana pun tanpa perlu mengunjungi Monas secara langsung.


Pembelajaran dengan Media Virtual Reality (VR) dapat diberikan oleh pendidik baik di awal pembelajaran sebagai stimulan atau pun di tengah pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dan tujuannya dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran blended learning dengan media Virtual Reality (VR) dapat menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan, interaktif dan meningkatkan imajinasi peserta didik dibandingkan pembelajaran online yang sudah dilakukan sebagian besar pendidik saat ini dan mulai menimbulkan kebosanan pada peserta didik.