• Tjokorda Putra Surya Dharma

PENDIDIK SMA DAN SMK DI KENDAL ADOPSI TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY


Kendal, 8 September 20222 merupakan sebuah rangkaian lanjutan kegiatan Adopsi Teknologi Digital Sektor Pendidikan, yang mana hasil dari kolaborasi antara KOMINFO dengan KEMENDIKBUD RISTEK, untuk mendigitalisasikan sektor strategis yaitu pendidikan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 8 - 9 September dan dihadiri oleh pendidik dari SMA dan SMK se Kabupaten Kendal untuk memahami cara pembuatan konten pembelajaran berbasis Virtual Reality. Kehadiran MilleaLab pada kegiatan tersebut, menjadi kali pertama MilleaLab dalam menyebarkan praktik baik di daerah Kendal. Dengan begitu, visi kuat MilleaLab dalam mengkoneksikan seluruh jaringan pendidikan di seluruh Indonesia melalui Virtual Reality untuk menciptakan harmonisasi antara sekolah-pendidik-peserta didik-orang tua secara maksimal, menunjukkan selangkah lebih dekat lagi terhadap visi tersebut.


Kegiatan Workshop Adopsi Teknologi Digital Sektor Pendidikan ini juga turut dihadiri dan dibuka langsung oleh Direktorat Ekonomi Digital, Kepala Dinas KOMINFO Kabupaten Kendal, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal. Sebagai Direktur Ekonomi Digital, Nyoman Ardhiana yang diwakilkan oleh Dikki Rukmana selaku Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pendidikan, menegaskan bahwa “Pada kegiatan ini, kami bertugas untuk mempersiapkan SDMnya yang dalam hal ini adalah para pendidik sekalian, terkait penggunaan teknologi pendidikan berbasis Virtual Reality, dan diharapkan para pendidik sekalian dapat mengaplikasikan teknologi Virtual Reality ini dalam proses pembelajaran di sekolah, demi menciptakan sektor strategis yang lebih efektif.” Apa yang dikatakan oleh Bapak Dikki tersebut merupakan salah satu bentuk upaya dalam menciptakan kesadaran terkait perkembangan teknologi yang ada, dan memahami betapa besarnya impact sebuah teknologi dalam kehidupan sehari-hari.


Antusiasme para pendidik dalam mengikuti kegiatan ini pun dapat dilihat melalui raut wajah mereka. Hal tersebut dikarenakan Virtual Reality sendiri masih tergolong teknologi baru dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi dengan visualisasi yang disuguhkan, dapat menjawab imajinasi para peserta didik terhadap hal-hal abstrak terkait materi pembelajarannya. Bahkan terdapat salah satu pendidik yang dapat dengan mudah menghasilkan suatu konten pembelajaran, padahal durasi yang diberikan untuk mengeksplor MilleaLab Creator tergolong singkat. Tidak sampai di sana, pendidik tersebut turut menjelaskan kepada rekan lainnya terkait pembuatan konten Virtual Reality hingga menguasai. Konten Virtual Reality karya rekannya tersebut lalu dipresentasikan, dan valid bahwa hasil ajar dari pendidik tersebut. Pengalaman dalam menyebarkan praktik baik di Kabupaten Kendal ini, secara tidak langsung menjelaskan bahwa pembuatan konten pembelajaran berbasis Virtual Reality relatif mudah. Bagaimana tidak, melalui aplikasi MilleaLab Creator, para pendidik cukup drag and drop seperti bermain game tanpa menggunakan coding ataupun device yang mahal.


Pada dasarnya, teknologi sengaja diciptakan oleh manusia untuk memudahkan kehidupan sehari-harinya. Begitu pula dengan teknologi Virtual Reality. Sebagai warga negara yang bijak, sudah seharusnya untuk memanfaatkan teknologi yang ada untuk memaksimalkan kualitas pendidikan di Indonesia, demi mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa selanjutnya. Salah satu VR Educator yang terlibat dalam menyebarkan praktik baik di Kendal, Mashita Trisha Hellena “Saya berharap, para pendidik di Kendal dapat tetap terus improve dan menggali kemampuan serta ilmu mengenai teknologi yang terus semakin maju, seperti terus melakukan eksplorasi terhadap platform MilleaLab dan mempraktikan hasil dari workshop yang sudah disampaikan,” ujarnya.