• Tjokorda Putra Surya Dharma

PENDIDIK SMA SMK BATAM SIAP MENERAPKAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY


Setelah menutup bulan Juli dengan menyebarkan praktik baik di Bali, MilleaLab kembali melanjutkan program kolaborasi antara KOMINFO dan KEMENDIKBUD, untuk mengawali bulan Agustus. Rabu, 10 Agustus 2022, MilleaLab melanjutkan penyebaran praktik baiknya di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan yang berjudul “Adopsi Teknologi Digital Sektor Pendidikan” di Batam ini, sedikit berbeda dengan kegiatan sebelum-sebelumnya. Pasalnya, kegiatan ini dihadiri oleh 100 pendidik SMA dan SMK di berbagai pulau dan kabupaten. Hal tersebut dikarenakan, sekolah SMA dan SMK di Batam tersebar tidak hanya di Kota Batam, melainkan juga di kabupaten dan pulau-pulau sekitarnya. Walaupun kondisi seperti itu, para pendidik sangat semangat untuk mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, demi terciptanya bahagia belajar pada peserta didik di sekolah masing-masing.


Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung S.E.,M.M, beliau menyatakan bahwa “Salah satu komponen terpenting pendidikan adalah pendidik. Pendidik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang inovatif dan menarik, pendidik diwajibkan pula untuk mentransfer ilmu, pengetahuan, dan nilai lainnya dalam kehidupan. Pandemi COVID 19 mengharuskan pendidik memberikan pembelajaran menggunakan teknologi, sehingga pendidik mau tidak mau terus belajar agar dapat memaksimalkan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut merupakan sebuah proses yang harus dilakukan demi pendidikan Indonesia yang lebih baik. Kemajuan IT harus dimanfaatkan untuk dunia pendidikan, sehingga pendidikan di Indonesia tidak tertinggal dengan pendidikan di negara luar. Program Digitalisasi Teknologi di Sektor Pendidikan yang dilakukan hari ini merupakan upaya pemerintah dan industri untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya pribadi dan Provinsi Kepulauan Riau sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan program ini. Semangat untuk Bapak/Ibu hebat untuk meningkatkan kompetensi Bapak/Ibu. Saya harap, program ini dapat berjalan tidak hanya hari ini, tetapi berkelanjutan hingga Bapak/Ibu dapat memaksimalkan teknologi secara tepat untuk pendidikan Indonesia.”


Para pendidik pun menunjukan antusiasme yang begitu tinggi saat pelatihan berlangsung. Hal tersebut dibuktikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para pendidik kepada tim MilleaLab. Seperti halnya mengenai aplikasi, lisensi, dan penerapan Virtual Reality sendiri pada proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Meskipun kondisi SMA dan SMK di pulau-pulau kecil sekitar Batam tergolong memiliki akses yang sulit, para pendidik yang hadir pun sangat yakin akan impact yang ditimbulkan melalui MilleaLab. Ditambah lagi dengan pengoperasian MilleaLab yang hanya drag and drop saja, membuat para pendidik semakin semangat untuk segera mengimplementasikan teknologi Virtual Reality pada sekolahnya masing-masing.


Bersamaan dengan penyebaran praktik baik melalui kegiatan KOMINFO dan KEMENDIKBUD ini, MilleaLab juga berkesempatan untuk bertemu dengan para Pendekar VR untuk membahas seputar pendidik di wilayah Batam dan sekitarnya. Mulai dari tantangan yang dihadapi, tantangan penggunaan VR pada proses kegiatan belajar mengajar, hingga kesan dan pesan para peserta didik dan sekolah dalam menggunakan MilleaLab. Tentunya keberadaan Pendekar VR di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Batam ini sangat membantu dalam penyebaran praktik baik terkait menciptakan kebahagiaan belajar pada peserta didik dan pendidik bersama Virtual Reality.


Melalui kegiatan ini, Brand Owner MilleaLab, Jelita Cahyaningtyas mengatakan “Saya harap bahwa teknologi Virtual Reality yang sudah diinformasikan oleh MilleaLab dapat terus dikembangkan oleh pendidik di Batam. Sehingga sekolah, pendidik, dan peserta didik lainnya dapat merasakan manfaat baik MilleaLab. Selain itu, saya harap kegiatan pelatihan ini tidak berhenti hingga di sini saja, tetapi terus berlanjut, bahkan hingga memberikan dampak luar biasa tidak hanya di Batam, melainkan di Indonesia. Serta, diharapkan terbentuknya pendekar VR di Batam dan wilayah sekitar sehingga dapat menyukseskan harapan tersebut”, ujarnya. Selain itu, Jelita juga menyampaikan bahwa penyebaran praktik baik ini akan terus berlanjut ke wilayah-wilayah yg menjadi prioritas dari KOMINFO dan MilleaLab, agar seluruh informasi mengenai VR dapat terus tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk informasi lebih lanjutnya dapat dilihat melalui instagram resmi @millealab, ucapnya.