• Noviya, S.Pd.

Pengaruh Media Virtual Reality Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik


Masa belajar dari rumah yang berkepanjangan selama Pandemi Covid-19 dapat menyebabkan hilangnya kemampuan belajar di kalangan anak sekolah. Itulah yang disebut dengan istilah learning loss, yaitu kondisi di mana hilangnya pengetahuan dan keterampilan tertentu yang berdampak pada kemunduran proses akademik.


Pandemi yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun ini sangat mengganggu keberhasilan pembelajaran peserta didik, terutama dari segi motivasi belajar mereka. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dinilai belum sepenuhnya efektif, sehingga membuat peserta didik akan kehilangan motivasi belajar.


Kendala utama yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik adalah rasa bosan terhadap tugas dan monotonnya gaya pembelajaran yang diberikan oleh pendidik, serta kurangnya perhatian dari orang tua ketika peserta didik melakukan pembelajaran jarak jauh. Kendala tersebut tentunya menjadi halangan terkait pencapaian akademik yang diharapkan.


Agar pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dapat berjalan dengan baik, serta meminimalisir learning loss, dibutuhkan tindakan untuk mengatasi lemahnya motivasi belajar peserta didik. Diantaranya:


1. Membangun suasana yang asyik di sekolah


Salah satu faktor penyebab peserta didik tidak memiliki motivasi belajar adalah karena suasana pembelajaran yang ditawarkan tidak sesuai dengan keinginannya, sehingga mereka cenderung merasa bosan. Di era industri 4.0 ini, sudah seharusnya memanfaatkan peranan teknologi pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Salah satu pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan dalam ranah pendidikan adalah Virtual Reality (VR). Di mana peserta didik dapat menggunakan kacamata VR seolah-olah terlibat dalam konten pembelajaran yang disiapkan oleh pendidik. Suasana yang berbeda ini tentunya akan meningkatkan daya tarik peserta didik terhadap proses pembelajaran yang kita harapkan. Pasalnya mereka akan terlibat aktif dalam pembelajaran, tidak hanya duduk dan mendengarkan penjelasan materi yang diberikan oleh para pendidik.


Pembuatan konten Virtual Reality dapat menggunakan aplikasi Millealab. Aplikasi karya Shinta VR ini merupakan salah satu platform yang berkonsentrasi di bidang pendidikan Indonesia. Di dalam Millealab terdapat aset-aset yang diperlukan terkait pembuatan konten pembelajaran pendidikan. Sehingga para pendidik dapat dengan mudah dalam pembuatan konten pembelajaran.


Metode pembelajaran berbasis Virtual Reality ini, sudah terbukti dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan dan tentunya meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sesuai dengan tujuan utama dari proses pembelajaran yang menyenangkan.


2. Menggunakan media pembelajaran yang inovatif


Proses pembelajaran tidak sekadar membaca dan menulis saja. Para pendidik seharusnya memiliki inovasi untuk meningkatkan semangat belajar peserta didiknya sesuai dengan tuntutan pendidikan abad 21 yaitu pemanfaatan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0. Salah satu inovasi yang bisa diterapkan oleh para pendidik adalah mengenalkan peserta didik pada teknologi Virtual Reality. Teknologi Virtual reality ini merupakan prinsip, metode, dan teknik dalam sebuah sistem yang digunakan dalam perancangan dan pembuatan produk perangkat lunak yang akan digunakan untuk membantu sistem komputasi multimedia dengan kebutuhan perangkat khusus. (Lacrama, 2007)


Belajar menggunakan Virtual Reality dengan konten lingkungan sekitar akan lebih mudah dipahami dibanding dengan pembelajaran berbasis textbook. Proses pembelajaran pun tidak hanya dalam ruangan saja, tetapi juga dapat mengenal kondisi lingkungan sekitar, sesekali pendidik dapat membuat konten pembelajaran dengan isi konten berupa tempat-tempat wisata yang menarik, seperti Menara Eiffel di Paris. Ditambah dengan kondisi pandemi seperti ini, membuat terbatasnya gerak dan ruang bagi pendidik dan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran di luar ruang kelas.

Contoh lainnya seperti dalam pelajaran sejarah, kita sepakat bahwa sejarah tidak akan pernah terulang, sehingga sulit untuk mengenalkan suatu kondisi kepada peserta didik. Namun dengan adanya Virtual Reality ini, sangat memungkinkan untuk membawa peserta didik seolah-olah berada pada kondisi sejarah.


Melalui pembelajaran Virtual Reality yang beragam dan mudah diakses ini, diharapkan menjadi cahaya terang bagi pendidikan di Indonesia. Dimulai dari menumbuhkan kembali motivasi belajar peserta didik yang hilang akibat pembelajaran jarak jauh, hingga menciptakan generasi penerus bangsa yang siap menyambut bahkan menciptakan teknologi-teknologi berikutnya.