• Tjokorda Putra Surya Dharma

SIAP ADOPSI VR DALAM KBM, SMK MUHAMMADIYAH BANDONGAN LAKUKAN PELATIHAN


Sejak 2019, MilleaLab membuktikan konsistensinya untuk menyebarkan praktik baik dalam dunia pendidikan. Hal ini diperkuat dengan beberapa pencapaian yang telah diraih, seperti halnya dalam bekerja sama dengan lebih dari 2.500 sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu sekolah yang baru saja memercayakan MilleaLab sebagai media pembelajarannya ialah SMK Muhammadiyah Bandongan, Jawa Tengah per September 2022. Sebagai salah satu pendidik di sana, Ibu Dewi mengaku sangat senang, “Saya merasa sangat senang ketika mempelajari pembuatan konten pembelajaran berbasis VR ini, karena dengan begitu pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga peserta didik menjadi termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran,” ujarnya. Apa yang dikatakan Ibu Dewi tersebut sejalan dengan fokus MilleaLab untuk menciptakan bahagia belajar pada peserta didik dan pendidik itu sendiri.


Kegiatan workshop itu dihadiri oleh 28 pendidik SMK Muhammadiyah Bandongan yang antusias mengikuti kegiatan hingga berakhir. Salah satu VR Educator MilleaLab, Rossita mengatakan bahwa “Respon para pendidik sangat antusias, karena bayangan pertama para pendidik mengenai Virtual Reality tersebut dapat menciptakan manusia imajinasi secara virtual, dan hal tersebut yang membuat Bapak/Ibu pendidik antusias mengikuti workshop,” ujarnya. Terlebih lagi dalam pembuatan kontennya, para pendidik hanya cukup drag and drop saja untuk memasukkan berbagai asset 3D yang telah disediakan, semakin memudahkan para pendidik untuk menciptakan kebahagiaan pada proses pembelajaran di kelas.


Terlepas dari kemudahan dalam pembuatan kontennya, MilleaLab juga turut memikirkan impact yang akan ditimbulkan melalui Virtual Reality. Seperti meningkatkan daya ingat peserta didik, meningkatkan emosi positif peserta didik, dan meningkatkan ketertarikan peserta didik. Hal ini juga turut diperkuat dengan hasil penelitian dari negara maju yang telah menggunakan Virtual Reality dalam proses pembelajarannya, seperti Inggris, Singapore, Jerman, dan sebagainya. Di sisi lain, Ibu Dewi pun mengatakan apa yang dirasakan oleh dirinya bersama teman-teman pendidik lainnya, “Adapun dampak positif dari pelatihan ini, yaitu kami para pendidik bisa mengenal teknologi yang baru dan belum pernah ada di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Magelang ini. Bahkan dengan adanya VR kami bisa merasakan pengalaman yang tidak memungkinkan terjadi di dunia nyata.”


Melalui hubungan kerja sama dan kegiatan workshop ini, Rossita selaku VR Educator berharap “Semoga dengan adanya MilleaLab dapat banyak membantu Bapak dan Ibu pendidik SMK Muhammadiyah Bandongan dalam membuat bahan ajar yang lebih menarik tetapi tetap sesuai dengan pedagogi pendidikan.” Sedangkan Ibu Dewi berharap dengan ada kegiatan ini “MilleaLab dapat membimbing kami para pendidik untuk bisa membuat konten pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan, serta pendidikan di Indonesia semakin maju dengan adanya kecanggihan teknologi dari MilleaLab ini,” ujarnya.