• Tjokorda Putra Surya Dharma

SMKN 4 BANDUNG: Adopsi Teknologi Virtual Reality untuk KBM


1 Juli 2021, merupakan langkah awal SMKN 4 Bandung memutuskan untuk menciptakan bahagia belajar pada para pendidik dan peserta didiknya. Hal tersebut melatarbelakangi perkembangan teknologi digital yang seiring berjalannya waktu justru menumbuhkan jarak antara peserta didik dengan para pendidik. Padahal teknologi sendiri sengaja diciptakan untuk mempermudah kegiatan manusia sehari-hari. Ditambah lagi dengan kondisi sebagian besar para pendidik di Indonesia yang kurang paham akan keberadaan dan manfaat dari teknologi yang ada, semakin mendorong munculnya jarak antara pendidik dengan peserta didik.


Oleh karena itu, MilleaLab konsisten menyebarkan praktik baik penggunaan Virtual Reality dalam dunia pendidikan untuk mengatasi jarak antara pendidik dan peserta didik. Pada tahun 2021, MilleaLab berkesempatan menyebarkan impact baik mengenai implementasi VR tersebut di beberapa sekolah yang tersebar di Bandung. Kegiatan ini pun diikuti oleh Kepala Sekolah SMKN 4 Bandung yang akhirnya membuat Beliau yakin bahwa penggunaan MilleaLab dapat memberikan banyak manfaat baik bagi pendidik, peserta didik, bahkan sekolah. Sehingga membuka hati dan pikiran Beliau untuk mengadopsi teknologi digital dalam ranah pendidikan dengan MilleaLab.


Semenjak kerja sama antara SMKN 4 Bandung dengan MilleaLab terjalin, SMKN 4 Bandung konsisten menggunakan platform Virtual Reality dalam proses pembelajarannya. Hal ini dipertegas oleh Bapak Yudi selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMKN 4 Bandung. Beliau menegaskan bahwa begitu banyak impact yang ditimbulkan melalui MilleaLab, salah satunya adalah kebahagiaan para peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, ujarnya. Pernyataan dari Bapak Yudi tersebut tentunya sejalan dengan tujuan awal dari MilleaLab berdiri, yang mana ingin menciptakan bahagia belajar pada peserta didik di Indonesia melalui platform Virtual Reality. Beliau juga mengungkapkan bahwa ini merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan mekanisme pembelajaran di Indonesia. Dikarenakan akan menjadi hal yang sangat tidak bijak jika tetap bergantung pada metode pembelajaran konvensional, di tengah perkembangan teknologi yang ada.


Dari awal berdiri pada tahun 2019, MilleaLab sangat yakin terkait impact yang akan ditimbulkan, dan hingga kini hal tersebut telah dibuktikan. Kini MilleaLab telah diakses lebih dari 20.000 pengguna, bekerja sama dengan 2.500 lebih sekolah di Indonesia, memiliki 280 VR Ambassador, dan menciptakan lebih dari 7.900 pendidik terlatih. Kondisi tersebut tentunya tidak luput dengan impact yang dirasakan oleh para stakeholder. Seperti halnya peningkatan emosi positif, daya ingat peserta didik, dan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. SMKN 4 Bandung pun turut merasakan hal yang sama. Sebagai salah satu pendidik di SMKN 4 Bandung, Bapak Yudi menceritakan salah satu pengalamannya melihat peserta didiknya melangsungkan proses pembelajaran sejarah mengenai peristiwa Bandung Lautan Api. Selain meningkatkan antusiasme para peserta didik, faktanya konten Virtual Reality tersebut dibuat oleh salah satu pendidik di SMKN 4 Bandung. Hal tersebut dikarenakan cara pengoperasian MilleaLab yang hanya drag and drop saja, membuat para pendidik dapat dengan mudah untuk memproduksi sebuah konten pembelajaran berbasis Virtual Reality seperti bermain game.


Melalui kerja sama SMKN 4 Bandung dengan MilleaLab ini, Bapak Yudi sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum berharap kualitas pendidikan di wilayah Indonesia lainnya juga turut mengalami peningkatan, tidak hanya di kota-kota besar saja. Beliau juga menyampaikan jika dirinya percaya bahwa MilleaLab mampu berkontribusi penuh terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Jelita Cahyaningtyas selaku Brand Owner MilleaLab menanggapi bahwa “Saya berterima kasih kepada SMKN 4 Bandung yang turut aktif berinovasi dalam kegiatan belajar mengajar dengan MilleaLab dan mendukung Bapak/Ibu pendidik untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang teknologi, khususnya teknologi Virtual Reality. Saya harap Bapak/Ibu pendidik di SMKN 4 Bandung dapat mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi Virtual Reality dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksimal. Sehingga adopsi teknologi VR ini dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik di SMKN 4 Bandung dan mewujudkan bahagia belajar peserta didik.”