top of page

Adapting to Immersive Technology #1:Pembelajaran Matematika Melalui Virtual Reality



Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd., selaku pendidik mata pelajaran matematika di SMA Negeri 2 Abiansemal, merupakan salah seorang penggerak inovasi teknologi Virtual Reality (VR) di dunia pendidikan. Dalam mengajar matematika melalui konten VR, Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. menyampaikan, “VR bukan mitos lagi, bahkan sudah dimanfaatkan untuk pendidikan. Taraf kita sebagai pendidik adalah untuk mengenalkan dan menggunakannya karena itu sudah menjadi kodrat zamannya para peserta didik. MilleaLab membantu proses pengenalan tersebut menjadi lebih cepat, terutama para pendidik.” Kemudahan MilleaLab akan pemanfaatan VR di dunia pendidikan menimbulkan motivasi tersendiri bagi Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd.


“Motivasi saya adalah karena ini hal yang gampang, lantas kenapa tidak kita manfaatkan saja bagi peserta didik. Daripada saya berdiri mengoceh di depan kelas lalu peserta didik jadi ngantuk,” ucap Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. Motivasi tersebut pun telah membawa Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. kepada fase penyebaran baik implementasi VR pada pembelajaran. “Implementasinya di kelas ya dengan melakukan perbandingan antara hasil dan aktivitas belajar peserta didik yang menggunakan VR dan yang menggunakan metode ceramah. Jadi, perbandingannya dibentuk sampai menjadi hasil laporan penelitian dan dikirim ke MilleaLab dan sekolah saya mendapat kategori terbaik untuk Wilayah Tengah,” ujar Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd.


Praktik belajar mengajar pada mata pelajaran matematika terasa tidak monoton saat terlaksana melalui teknologi VR. “Hal baik dari MilleaLab adalah ketika masuk dalam 1 skenario pembelajaran, peserta didik dapat 3 hal, audio, visual, dan kinestetik. Selain itu, dapat diintegrasikan dengan mapel lain secara tidak langsung. Misalnya itu materi trignometri, saya terapkan skenario monas beserta skenario biorama sejarah. Jadi, matematikanya ada, sejarahnya juga ada,” ucap Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. Dalam pembuatan konten VR tersebut pun, Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. tidak mengalami kesulitan sama sekali berkat kecanggihan MilleaLab.


“Saya itu kan dasarnya mengajar matematika, tidak punya kemampuan teknik, apalagi coding. Saya juga tidak mengerti desain grafis seperti apa, tetapi dengan MilleaLab, itu sangat membantu saya dalam menyiapkan media-media pembelajaran VR bagi peserta didik,” ujar Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. Pada kenyataannya, MilleaLab membuka peluang menciptakan konten pembelajaran tak hanya bagi pendidik, tetapi juga peserta didik. Hal tersebut dibuktikan oleh Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. melalui IT Club di SMA Negeri 2 Abiansemal. Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. mengatakan, “Satu topik dari IT Club pada 3 bulan pertama adalah peserta didik membuat konten VR dengan MilleaLab lalu ditampilkan di EXPO. Mereka sudah berada di tingkatan SMA jadi sudah bukan sekadar pengguna belaka. Kreasi peserta didik saya justru lebih baik daripada saya sendiri.”


Di lain sisi, MilleaLab sebagai pionir teknologi pendidikan (EdTech) Indonesia memiliki fitur-fitur menarik yang memudahkan para penggunanya, terutama pendidik. “Saya tipe visual orangnya, fitur dasar yang paling membantu saya adalah 3D aset, stand-point interaction, dan pop-up info ya. Saya lebih enak menyampaikan materi dengan kata-kata sih, ya seenggaknya alur kata harus benar dulu, makanya pop-up info sangat sesuai,” ucap Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. MilleaLab menyediakan fitur beragam yang membantu proses pembelajaran dengan sifat imersif 3D. Dengan kemampuan imersifnya, MilleaLab dapat menghasilkan pembelajaran audio, visual, bahkan keduanya sekaligus dengan lingkungan interaktifnya. Bagi Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd., visual merupakan hal penting dan platform MilleaLab hadir untuk menunjang kebutuhan tersebut.


Dalam menyebarkan praktik ilmu pembuatan konten VR pada MilleaLab, Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. turut menyebarkannya bagi sesama pendidik di bidang mata pelajaran matematika. “Awalnya siapapun pasti bingung ya membuatnya, tapi kalau sudah terbiasa pasti akan fasih mengambil asetnya itu, bahkan ketagihan membuat skenario pembelajarannya. Yang penting alur dan tujuan pembelajaran sudah benar, penyesuaian aset adalah masalah belakangan,” ucap Ika Desi Budiarti, S. Pd., M. Pd. yang menutup, “Kalo stuck idenya, cek saja di templatenya MilleaLab. Itu bisa menginspirasi kita kok, saya juga biasanya coba buka-buka hingga akhirnya terinspirasi.”



Kommentare


bottom of page