top of page

Adapting to Immersive Technology #4:SMK Yadika 5 Tangsel Terapkan Pembelajaran Virtual Reality



“Teknologi Virtual Reality untuk pembelajaran dipercaya SMK Yadika 5 Tangsel sebagai wadah inovatif di era digitalisasi pendidikan saat ini. Perlu ada konsistensi dari para pendidik dalam mengadopsi dan mengimplementasikan VR di pendidikan sekolah”



Seiring waktu, dampak positif teknologi imersif seperti Virtual Reality (VR) kian tersampaikan kepada berbagai kalangan masyarakat, termasuk ranah industri pendidikan. MilleaLab sebagai pemanfaat teknologi VR untuk pembelajaran telah berhasil merambah implementasinya pada sekian ribu sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. SMK Yadika 5 Tangerang Selatan salah satu sekolah yang menyadari bahwa pembelajaran VR mampu mendatangkan banyak keuntungan dan dampak solutif bagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di ruang kelas. MilleaLab menjadi jawaban bagi SMK Yadika 5 Tangsel dalam konteks beradaptasi terhadap teknologi imersif.


Rosita, selaku Account Executive MilleaLab, menyampaikan, “Prosesnya cukup panjang karena diperlukan visi misi yang sama antara sekolah dan MilleaLab, yakni mendigitalisasi sekolah dengan menggunakan teknologi Virtual Reality. Ya, dengan teknologi tersebut, harapannya SMK Yadika 5 bisa menghadirkan sebuah inovasi dalam salah satu media pembelajaran yang bisa di implementasikan kepada peserta didik SMK Yadika 5 Tangsel.” Penyamarataan visi dan misi antara kedua belah pihak menjadi langkah awal dalam proses adaptasi teknologi imersif, yaitu pembelajaran VR. Dalam prosesnya, terdapat sejumlah tantangan khusus semasa implementasi pengadopsian VR di SMK Yadika 5 Tangsel.


“Hal yang mungkin bisa dikatakan tantangan bagi pendidik, yakni ketika menyamakan visi dan misi dari sekolah dengan penerapan VR di kelas bersama pendidik,” ucap Rosita yang melanjutkan, “Terlebih yang mungkin bisa dikatakan tantangan bagi pihak sekolah adalah menyiapkan infrastruktur dan konsistensi dari pendidik agar terus mengimplementasikan teknologi tersebut di kelas.” Sudah menjadi keharusan bagi pendidik untuk tetap menjaga konsistensi dalam implementasi VR di ruang kelas demi mewujudkan dampak positif dan merasakan beragam keuntungannya. Lebih lanjut, Rosita turut memaparkan keuntungan dari SMK Yadika 5 Tangsel yang menerapkan pembelajaran VR melalui MilleaLab.


Banyak sekolah di berbagai penjuru Indonesia selain SMK Yadika 5 Tangsel yang telah mengalami dan mengakui dampak imersif MilleaLab swcara positif. Dengan penyajian dunia virtual 3D oleh MilleaLab berbasis teknologi VR, peserta didik SMK Yadika 5 tentunya mampu meningkatkan emosi positif, pemahaman, bahkan nilai rata-ratanya. “Keuntungan yang paling unggul adalah bisa menghidupkan kembali lab bahasa yang sebelumnya sudah lama tidak beroperasi menjadi lab VR. Hal ini bisa menjadi daya pikat untuk peserta didik yang ingin masuk ke SMK Yadika 5,” ujar Rosita. Selain memberikan dampak bagi peserta didik di SMK Yadika 5 Tangsel itu sendiri, VR secara tidak langsung menjadi pemikat bagi peserta didik yang ingin bergabung ke SMK Yadika 5 Tangsel.


Jika berbicara mengenai akses terhadap teknologi, terutama teknologi canggih seperti VR, kita akan bertanya-tanya mengenai keamanan data privasi kita sebagai pengguna. MilleaLab, dengan fitur-fitur praktisnya, telah mengantisipasi hal tersebut agar data penggunanya tetap aman dan terjaga dari pihak luar. “Keamanan maupun privasi sudah sangat terjaga oleh tim MilleaLab, setiap pendidik di SMK Yadika 5 Tangsel membuat bahan ajar itu akan bergabung dengan institusi sekolah tersebut. Seeing a sekolah lain tidak memiliki akses untuk hal tersebut,” ujar Rosita. Adopsi teknologi imersif VR oleh SMK Yadika 5 Tangsel menandakan bahwa teknologi VR adalah sesuatu yang dibutuhkan di dunia pendidikan. MilleaLab menjawab permasalahan sekolah dengan waktu, jarak, dan biaya sebagai satu solusi menjanjikan.





Comments


bottom of page