top of page

Adapting to Immersive Technology #5:Improvisasi Diri Demi Pembelajaran Efisien


“Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. bukanlah seorang pendidik yang mudah menyerah akan satu hal. Bersama MilleaLab, ia melakukan improvisasi diri demi pembelajaran efisien melalui teknologi Virtual Reality.”



Kegemaran Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. terhadap inovasi industri teknologi telah menuntunnya sebagai Trainer pada ‘Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Virtual Reality’ di Jawa Timur. Bagi Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd., dunia pendidikan mestilah beradaptasi dengan teknologi imersif agar pembelajaran lebih terarah dan efisien. Memiliki yang belum terselesaikan, Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. akhirnya memutuskan untuk bergerak bersama MilleaLab demi menyumbangkan dampak positif yang lebih melalui beragam kegiatan. Salah satunya adalah melalui pelatihan tersebut.


Awalnya, perkenalan Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. dengan MilleaLab terjadi pada 2020 silam, yakni ketika MilleaLab mengadakan program Guru Binar. “Pernah sempat ikut di 2020 tetapi saya tidak bisa menyelesaikan tugasnya sampai akhir. Mungkin karena hanya mengikuti sebagian rangkaian kegiatannya sehingga belum begitu paham,” ujar Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. Hingga akhirnya, ia kembali mengikuti kegiatan MilleaLab dan menjadi pelatih workshop selama dua kali. “Ini kali kedua saya menjadi pelatih untuk workshop. Pertama di tahun 2022 dan kedua kalinya di tahun 2023 ini,” ucap Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. Selain itu, pelatihan demi pelatihan telah menyadarkan Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. untuk terus mengimprovisasi dirinya.


Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. menambahkan, “Ya bisa dibilang di tahun lalu itu saya public speaking nya belum lancar dan tertata lah, masih banyak yang kurang. Dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan diri lebih lagi, untuk improve.” Proses pelaksanaan workshop yang berlangsung selama satu bulan penuh itu pun mampu menggaet antusias dan minat para peserta. Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. menyampaikan bahwa hasil proyek pembelajaran VR MilleaLab yang diciptakan oleh peserta workshop sangat bagus, bahkan dapat menandingi hasil dari Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. sendiri.


Lebih lanjut, penggunaan teknologi VR di bidang pendidikan, khususnya MilleaLab, dipercaya Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. untuk terus aktif berdampingan dengan para pendidik di masa mendatang. “Teknologi VR dalam pembelajaran itu sangat pesat penggunaannya. Daripada menunggu nanti, lebih baik saya ikut serta berkontribusi sedari dini,” tegas Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. Peserta didik yang cenderung dekat dengan video game tentunya dapat menguasai materi pembelajaran yang tersampaikan melalui pembelajaran VR. Setidaknya itu lanjutan dari pernyataan Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. mengenai dampak pembelajaran VR MilleaLab.


Seterusnya, Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd. mendorong seluruh pendidik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk bersama-sama belajar dan memanfaatkan kesempatan. Kesempatan ketika pendidik bisa turut andil mengambil peran dalam menyumbangkan kontribusi pendidikan teknologi melalui Virtual Reality. “Ayolah kita semua belajar dan mulai berbagi dampak yang lebih melalui teknologi canggih VR ini. MilleaLab sudah menyediakan berbagai fiturnya yang mendukung kok. Tidak perlu khawatir bahwa teknologi VR ini tidak dapat menunjang pembelajaran di ruang kelas,” tutup Andika Wahyu Ferdiansyah, M. Pd.


Comments


bottom of page