top of page

How to Implementing VR in The Classroom #5: MilleaLab Membuat Peserta Didik Menjadi Lebih Aktif



“Satu hal terutama yang menjadi dampak imersif spesifik dari pengimplementasian oleh Denni Vio Junianto, S. Pd. adalah peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran. Sekali lagi, Millealab membuktikan wujud nyatanya sebagai platform pendidikan Virtual Reality yang solutif bagi pendidikan Indonesia.”



Sebuah perwujudan inovasi teknologi dapat terinspirasi melalui banyak hal, termasuk cerita fiksi. Inovasi teknologi Virtual Reality (VR) yang awalnya hanya fiktif pun telah berkembang sedemikian rupa. Denni Vio Junianto, S. Pd., salah seorang pendidik dari SMP Negeri 3 Purwokerto, mengaku bahwa ia mengenal teknologi VR melalui cerita fiksi terlebih dahulu seperti Sword Art Online dan Ready Player One, barulah ia mengenal MilleaLab. Sebuah platform teknologi populer di dunia pendidikan yang berbasis teknologi VR. Ketertarikan Denni Vio Junianto, S. Pd. terhadap teknologi VR ini telah membawanya menjadi seorang Pendekar VR.


“Sejak saat itu, saya ingin bisa untuk membuat konten VR sendiri dan bisa digunakan dalam proses pembelajaran,” ujar Denni Vio Junianto, S. Pd. Sejauh ini, Denni Vio Junianto, S. Pd. telah melaksanakan berbagai praktik baik terkait implementasi penggunaan VR di dunia pendidikan. Mulai dari VR di ruang kelas hingga menjadi trainer untuk pelatihan wilayah sekitar Purwokerto. Dalam tataran tersebut, Denni Vio Junianto, S. Pd. menyampaikan, “Kalau di ruang kelas, saya membuat konten lalu mengenalkannya kepada peserta didik. Tujuannya agar tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal melalui eksplorasi di ruang virtual. Sedangkan di workshop itu, saya mengajarkan rekan pendidik agar bisa membuat konten VR di MilleaLab dan mengimplementasikannya di kelas.”


Lebih lanjut, waktu pembuatan konten VR MilleaLab yang Denni Vio Junianto, S. Pd. butuhkan hanya 10 hingga 15 menit per 1 konten pembelajaran. Padahal, sebelumnya Denni Vio Junianto, S. Pd. dapat menghabiskan waktu 30 hingga 45 menit per 1 konten pembelajaran. Perkembangan inilah yang menciptakan dampak tersendiri bagi para peserta didik di SMPN 3 Purwokerto. “Perkenalan teknologi VR kepada peserta didik, saya lakukan melalui pendekatan fiksi tadi. Peserta didik sangat akrab dengan film-film yang ditonton, barulah saya terapkan VR untuk pembelajaran,” ucap Denni Vio Junianto, S. Pd. yang melanjutkan, “Mereka jadi lebih antusias dalam belajar karena itu merupakan hal baru bagi para peserta didik. Dampaknya juga menular kepada saya yang semakin antusias untuk mengajar menggunakan VR secara terus menerus.”


Faktanya, satu hal terutama yang menjadi dampak imersif spesifik dari pengimplementasian oleh Denni Vio Junianto, S. Pd. adalah peserta didik yang aktif dalam berkomunikasi. “Peserta didik jauh lebih berani untuk berkomunikasi, itu yang saya rasakan ya. Beberapa peserta didik yang tadinya pendiam dan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung itu menjadi lebih aktif. Bahkan berani untuk menanyakan materi yang kurang dimengerti olehnya,” ujar Denni Vio Junianto, S. Pd. Terlebih, Denni Vio Junianto, S. Pd. percaya bahwa perannya sebagai pendidik yang aktif mengimplementasikan VR di ruang kelas dapat menunjang para peserta didik agar tidak ketinggalan berita tentang keunggulan teknologi berkembang ini.


Segala bentuk praktik baik yang telah Denni Vio Junianto, S. Pd. lakukan tentunya membuahkan hasil positif bagi dirinya dan peserta didiknya. Pendekatan dengan ketertarikan peserta didik pun menuntunnya kepada pembelajaran yang efektif melalui MilleaLab. Karakteristik imersif dari VR yang MilleaLab manfaatkan telah membantu dunia pendidikan secara signifikan. Potensi-potensi teknologi canggih VR akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya kesadaran para pendidik untuk berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan teknologi. Sekali lagi, Millealab membuktikan wujud nyatanya sebagai platform pendidikan Virtual Reality yang solutif bagi pendidikan Indonesia.


“Satu hal terutama yang menjadi dampak imersif spesifik dari pengimplementasian oleh Denni Vio Junianto, S. Pd. adalah peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran. Sekali lagi, Millealab membuktikan wujud nyatanya sebagai platform pendidikan Virtual Reality yang solutif bagi pendidikan Indonesia.”



Sebuah perwujudan inovasi teknologi dapat terinspirasi melalui banyak hal, termasuk cerita fiksi. Inovasi teknologi Virtual Reality (VR) yang awalnya hanya fiktif pun telah berkembang sedemikian rupa. Denni Vio Junianto, S. Pd., salah seorang pendidik dari SMP Negeri 3 Purwokerto, mengaku bahwa ia mengenal teknologi VR melalui cerita fiksi terlebih dahulu seperti Sword Art Online dan Ready Player One, barulah ia mengenal MilleaLab. Sebuah platform teknologi populer di dunia pendidikan yang berbasis teknologi VR. Ketertarikan Denni Vio Junianto, S. Pd. terhadap teknologi VR ini telah membawanya menjadi seorang Pendekar VR.


“Sejak saat itu, saya ingin bisa untuk membuat konten VR sendiri dan bisa digunakan dalam proses pembelajaran,” ujar Denni Vio Junianto, S. Pd. Sejauh ini, Denni Vio Junianto, S. Pd. telah melaksanakan berbagai praktik baik terkait implementasi penggunaan VR di dunia pendidikan. Mulai dari VR di ruang kelas hingga menjadi trainer untuk pelatihan wilayah sekitar Purwokerto. Dalam tataran tersebut, Denni Vio Junianto, S. Pd. menyampaikan, “Kalau di ruang kelas, saya membuat konten lalu mengenalkannya kepada peserta didik. Tujuannya agar tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal melalui eksplorasi di ruang virtual. Sedangkan di workshop itu, saya mengajarkan rekan pendidik agar bisa membuat konten VR di MilleaLab dan mengimplementasikannya di kelas.”


Lebih lanjut, waktu pembuatan konten VR MilleaLab yang Denni Vio Junianto, S. Pd. butuhkan hanya 10 hingga 15 menit per 1 konten pembelajaran. Padahal, sebelumnya Denni Vio Junianto, S. Pd. dapat menghabiskan waktu 30 hingga 45 menit per 1 konten pembelajaran. Perkembangan inilah yang menciptakan dampak tersendiri bagi para peserta didik di SMPN 3 Purwokerto. “Perkenalan teknologi VR kepada peserta didik, saya lakukan melalui pendekatan fiksi tadi. Peserta didik sangat akrab dengan film-film yang ditonton, barulah saya terapkan VR untuk pembelajaran,” ucap Denni Vio Junianto, S. Pd. yang melanjutkan, “Mereka jadi lebih antusias dalam belajar karena itu merupakan hal baru bagi para peserta didik. Dampaknya juga menular kepada saya yang semakin antusias untuk mengajar menggunakan VR secara terus menerus.”


Faktanya, satu hal terutama yang menjadi dampak imersif spesifik dari pengimplementasian oleh Denni Vio Junianto, S. Pd. adalah peserta didik yang aktif dalam berkomunikasi. “Peserta didik jauh lebih berani untuk berkomunikasi, itu yang saya rasakan ya. Beberapa peserta didik yang tadinya pendiam dan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung itu menjadi lebih aktif. Bahkan berani untuk menanyakan materi yang kurang dimengerti olehnya,” ujar Denni Vio Junianto, S. Pd. Terlebih, Denni Vio Junianto, S. Pd. percaya bahwa perannya sebagai pendidik yang aktif mengimplementasikan VR di ruang kelas dapat menunjang para peserta didik agar tidak ketinggalan berita tentang keunggulan teknologi berkembang ini.


Segala bentuk praktik baik yang telah Denni Vio Junianto, S. Pd. lakukan tentunya membuahkan hasil positif bagi dirinya dan peserta didiknya. Pendekatan dengan ketertarikan peserta didik pun menuntunnya kepada pembelajaran yang efektif melalui MilleaLab. Karakteristik imersif dari VR yang MilleaLab manfaatkan telah membantu dunia pendidikan secara signifikan. Potensi-potensi teknologi canggih VR akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya kesadaran para pendidik untuk berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan teknologi. Sekali lagi, Millealab membuktikan wujud nyatanya sebagai platform pendidikan Virtual Reality yang solutif bagi pendidikan Indonesia.


Comentários


bottom of page