top of page

MilleaLab Webinar: Pembelajaran Menyenangkan Melalui Virtual Reality dan TOEFL Young Student Series



“Penyebaran kesadaran akan pentingnya pembelajaran virtual terhadap tes TOEFL terpaparkan oleh para pembicara MilleaLab Webinar: Fun Learning Through VR and TOEFL Young Student Series. Pembelajaran kompetensi Bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam tes TOEFL akan sangat efektif jika terasah melalui VR.”



Pada hari Kamis, 21 September 2023 silam, MilleaLab mengadakan sebuah webinar tentang ‘Pembelajaran Menyenangkan Melalui Virtual Reality (VR) dan TOEFL Young Student Series’. Webinar tersebut menghadirkan Hafilia R. Ismanto sebagai Direktur dari Learning Solutions (PT. International Test Center) dan Atik Dian Anggraeni, S. Pd. sebagai seorang Pendekar VR Jawa Timur. Kedua pembicara tersebut memaparkan materi masing-masing dengan topik yang saling berkesinambungan antara satu dan lain.


Webinar tersebut pun menarik banyak perhatian para peserta webinar yang mayoritas adalah generasi muda. Hafilia R. Ismanto membuka presentasinya dengan menyampaikan, “TOEFL itu tidak terbatas pada negara Amerika saja, tetapi diterima di seluruh universitas yang ada di dunia.” Faktanya, TOEFL memiliki tiga tahapan yang dinamakan TOEFL Steps. Terkhusus untuk generasi muda, Hafilia R. Ismanto menegaskan bahwa TOEFL bisa dipelajari dan ada tahapannya, yakni TOEFL Primary Test untuk peserta didik berusia 8 tahun ke atas dan TOEFL Junior Test untuk peserta didik berusia 11 tahun ke atas. Terlebih, tujuan utama dari kedua tes TOEFL tersebut adalah agar peserta didik paham tentang penempatan dan prosesnya terkait kompetensi berbahasa Inggris.


“Kedua tes ini bukan semata-mata untuk menentukan gagal atau berhasilnya peserta didik. Melainkan untuk menempatkan kelompoknya yang sesuai berdasarkan kompetensi Bahasa Inggrisnya,” ujar Hafilia R. Ismanto yang melanjutkan, “Kata tes di Indonesia itu akrab dengan lulus dan tidak lulus. Justru kita dapat menentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan keterampilan speaking, reading, listening, dan writing.” Hafilia R. Ismanto pun melanjutkan presentasinya dengan menjelaskan perbedaan TOEFL Primary dan TOEFL Junior dengan menyimpulkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris mesti dibangun sedini mungkin. Salah satunya adalah melalui TOEFL Primary dan TOEFL Junior.


Sesi presentasi kedua dari webinar akhirnya dilanjutkan oleh Atik Dian Anggraeni, S. Pd. dengan menegaskan bahwa penggunaan teknologi VR dalam dunia pendidikan memiliki demand yang tinggi dengan supply yang rendah. Menariknya, MilleaLab sadar akan fakta tersebut. Akses yang MilleaLab tawarkan kepada pengguna sangatlah bervariasi karena pengguna dapat mengaksesnya melalui smartphone, tablet, dan PC. “Di MilleaLab, para pendidik dapat membuat materi dan skenario pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, baik itu grammar-nya maupun speaking-nya,” ujar Atik Dian Anggraeni, S. Pd. Dampak dari penggunaan VR MilleaLab dalam pembelajaran pun tersampaikan dengan jelas olehnya.


“Para peserta didik itu jadi mulai paham konsep materi pembelajaran abstrak menjadi lebih konkret. Itu dampak utamanya setelah belajar menggunakan VR,” ucap Atik Dian Anggraeni, S. Pd. Emosi positif yang VR ciptakan saat pembelajaran berlangsung juga menjadi alasan dibalik meningkatnya motivasi belajar para peserta didik. Speaking skill dari TOEFL tes sangat terbantu berkat sifat imersif dan interaktif yang MilleaLab berikan melalui ruang kelas virtual tanpa batas. Sebelum memasuki sesi Q & A, Atik Dian Anggraeni, S. Pd. memaparkan contoh materi dialog Bahasa Inggris yang ia buat melalui MilleaLab Creator. Konten VR tersebut menggambarkan peserta didik yang menyaksikan dua orang sedang berdialog di sebuah meja makan.


Di penghujung webinar, kedua pembicara berhasil menarik antusiasme para peserta webinar untuk mengajukan beberapa pertanyaan seputar TOEFL dan pembelajaran melalui VR. Salah seorang peserta menanyakan, “Menurut ibu Hafilia, bagaimana tips untuk cepat mahir dalam berbahasa Inggris?” Hafilia R. Ismanto menerangkan bahwa kita harus mengelilingi diri kita sendiri dengan Bahasa Inggris, mulai dari yang terdekat. Sama halnya dengan teknologi VR yang MilleaLab manfaatkan demi dampak positif bagi dunia pendidikan, para pendidik mesti beradaptasi terhadapnya demi mahir dalam memanfaatkan teknologi. Pada akhirnya, kita harus bisa memanfaatkan peluang yang telah disediakan di lingkungan sekitar kita agar menjadi lebih baik. Pembelajaran kompetensi Bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam tes TOEFL akan sangat efektif jika terasah melalui VR.


Commenti


bottom of page