top of page

MilleaLab x KOMINFO:Percepatan Transformasi Digital di Sektor Pendidikan


“MilleaLab bersama KOMINFO bergerak satu langkah dari peningkatan kesadaran menuju adopsi teknologi digital pendidikan. Sidoarjo merupakan salah satunya 12 kawasan prioritas.”



Kerja sama antara MilleaLab dan KOMINFO tidak hanya berhenti pada peningkatan kesadaran literasi digital, khususnya di ranah pendidikan. Pada 9 Agustus 2023 silam, MilleaLab bersama KOMINFO melaksanakan kegiatan ‘Adopsti Teknologi Digital Pendidikan MilleaLab di Sidoarjo’ yang bertujuan mendorong percepatan transformasi digital di beberapa sektor industri, terutama pendidikan. Direktur Ekonomi Digital, Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng., dalam pembukaan menyampaikan, “Kami mendorong pemerintahan dari pusat hingga daerah dan masyarakatnya untuk bertansfromasi digital, meningkatkan kecakapannya sehingga mampu menyongsong perkembangan teknologi digital ke depannya.”

Bertepatan dengan tujuan tersebut, MilleaLab telah menjadi penggerak praktik adopsi teknologi digital, yakni teknologi Virtual Reality (VR) untuk pendidikan sejak 2019, berperan dalam memastikan setiap peserta mampu membuat bahan ajar berformat 3D dan Virtual Reality di MilleaLab Creator sesuai bidang pedagoginya. Hal itu disampaikan oleh Rosita, Account Executive MilleaLab, yang menambahkan, “Hal yang mendasari kerja sama tersebut adalah karena tujuan yang sama, yaitu ingin memajukan pendidikan di Indonesia melalui digitalisasi teknologi di sektor pendidikan di daerah-daerah seperti Sorong, Biak, Kendal, Medan, Padang dan banyak Kota/Kabupaten lainnya.” Perjuangan MilleaLab dan KOMINFO sejauh ini pun telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan dengan persentase yang relatif mengagumkan.


“Transformasi digital yang kami dorong menargetkan 12 kawasan prioritas, salah satunya Sidoarjo. Saat ini, transformasi digital di sektor pendidikan telah tercapai 50%,” ucap Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng. Transformasi ini turut tercapai berkat program kolaborasi MilleaLab dan KOMINFO pada 2021 untuk peningkatkan literasi digital masyarakat di beberapa wilayah target di Indonesia. “Untuk langkah selanjutnya ya tetap melakukan kegiatan tersebut di kota-kota yang sudah ditargetkan agar terjadi pemerataan adopsi teknologi,” ucap Rosita. Rosita pun meyakini bahwa pendidik mesti beradaptasi dengan teknologi berkembang layaknya teknologi VR.


Rosita menambahkan, “Sebelumnya izin mengutip perkataan Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA., yaitu "guru tidak akan tergantikan oleh teknologi, tapi guru yang tidak pakai teknologi akan tergantikan”. Itu sih yang jadi alasannya.” Faktanya, sektor pendidikan terbilang lebih maju dibandingkan dengan sektor lainnya. “Berdasarkan hasil kajian kami atas 6 sektor yang kami dorong untuk bertransformasi digital, sektor pendidikan dan kesehatan lebih maju dibandingkan sektor lain. Indikasi pertamanya adalah infrastruktur yang juga ditemani dengan jaringan internet. Kedua, tingkat kesadaran akan literasi digitalnya sudah sangat tinggi,” ujar Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng.


Pada akhirnya, seluruh lapisan masyarakat, terutama pemerintah dari sektor pendidikan beserta pendidik dan peserta didik mesti berusaha berpartisipasi mewujudkan transformasi digital. MilleaLab bersama KOMINFO secara langsung mendorong sektor pendidikan menjadi lebih maju dalam perkembangan teknologi digital. Rosita menutup, “Tujuan jangka panjang dalam program kolaborasi ini adalah semoga MilleaLab dan KOMINFO mampu menjawab permasalahan yang dimiliki sekolah-sekolah daerah seperti keterbatasan sarana dan prasarana dengan menghadirkan media pembelajaran Virtual Reality. Sehingga kita dapat mengurangi gap atau perbedaan dalam proses pembelajaran di sekolah, baik kota maupun daerah.”


Comments


bottom of page