top of page

Penilaian VR di antara Profesor Universitas


Virtual Reality (VR) mulai banyak diadopsi oleh beberapa sektor seperti entertainment, game, properti, kesehatan, pendidikan, dan lainnya sejak tahun 2010. VR adalah sebuah teknologi yang memungkinkan terciptanya lingkungan virtual berdasarkan simulasi 3D dari lingkungan nyata, di mana pengguna dapat berinteraksi di dalam lingkungan virtual tersebut. Teknologi VR banyak digunakan untuk membuat simulasi maupun skenario yang sulit dijangkau di dunia nyata, sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman yang mendalam dan belum pernah dirasakan sebelumnya.

Dalam sektor pendidikan, VR tidak hanya digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar saja. Akan tetapi, VR banyak diteliti dan dianalisis oleh mahasiswa maupun dosen untuk mengetahui manfaat didaktik dari penggunaan VR di berbagai bidang pengetahuan. Dan penggunaan VR sendiri terbukti dapat memberikan beberapa manfaat baik di setiap bidang pengetahuan, seperti pembelajar bahasa asing secara khusus menyoroti pengurangan kecemasan terhadap pembelajaran bahasa kedua yang dihasilkan menggunakan teknik VR. Di bidang ilmu sosial, penggunaan VR dapat mengurangi kecemasan belajar dan peningkatan interaksi sosial. Sebaliknya, mahasiswa sains atau teknik menghargai keefektifan VR sebagai media yang lebih baik daripada lingkungan fisik tradisional untuk merepresentasikan objek tertentu dari bidang studi mereka.

Pendapat profesor tentang penggunaan VR secara didaktis pun relevan dan menganggap bahwa pencapaian pembelajaran menggunakan VR mampu memberikan dampak lebih baik dibandingkan dengan teknik lain dan biaya penerapannya. Di antara para profesor, secara umum ditekankan bahwa VR memiliki banyak manfaat didaktis, seperti kemungkinan merancang situasi yang mendukung pembelajaran untuk mengerjakan konsep abstrak dengan cara visual dan manipulatif, peningkatan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan akademik, dan promosi pembelajaran berbasis inkuiri. Dalam pengertian ini, pendapat profesor universitas bertepatan dengan pendapat pendidik sekolah dasar. Profesor juga sangat menghargai aspek teknis VR. Namun, mereka mengidentifikasi beberapa batasan yang, menurut pendapat mereka, dimiliki oleh teknologi VR. Diantaranya, mereka menyoroti kompetensi digital tinggi yang diperlukan untuk penggunaannya oleh para profesor atau tingginya biaya penerapannya di universitas


Penelitian Penilaian Realitas Virtual di antara Profesor Universitas: Pengaruh Generasi Digital


Penelitian yang menggunakan metode kuantitatif ini dilakukan oleh sekelompok 623 profesor universitas Spanyol dan Amerika Latin tentang penggunaan teknologi realitas virtual di kelas dan keterampilan digital. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kuantitatif pendapat para profesor yang berpartisipasi tentang penggunaan teknologi VR secara didaktis di ruang kelas universitas dan mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam penilaian ini karena generasi digital para profesor (digital native atau digital imigran). Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan merupakan survei dari 19 pertanyaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para profesor yang berpartisipasi memberikan penilaian yang sangat tinggi terhadap VR sebagai alat didaktik dan menengah-tinggi untuk kekurangannya dan kemungkinan penerapannya di masa depan di universitas. Namun, mereka memberikan penilaian yang lebih rendah terhadap kompetensi digital mereka sendiri dan dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi tersebut. Mengenai kekurangan VR, biaya dan pelatihan yang diperlukan untuk menggunakannya menonjol. Kelayakan ekonomi adalah batasan yang terkenal dari penerapan didaktik VR. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa biaya implementasinya menurun seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi. Mengenai kompetensi dalam penggunaan VR, penilaian pelatihan yang diterima tentang penggunaannya sangat rendah. Hasil ini sejalan dengan penelitian lain yang membuktikan bahwa konsep diri kompetensi digital profesor di berbagai tingkat pendidikan, bidang pengetahuan, dan lokasi geografis biasanya rendah.

Comments


bottom of page