top of page

Penyebaran Dampak Imersif #1:Suzi Budianna, ST., SMP Negeri 2 Jengkrik


Pameran Panen Hasil Belajar CGP Sampang adalah salah satu pameran yang telah melibatkan Suzi Budianna, ST., pendidik di SMP Negeri 2 Jengkrik dalam konteks menyebarkan praktik baik implementasi teknologi Virtual Reality (VR) pada pendidikan.


Di pameran semacam itu, MilleaLab, platform teknologi edukasi (EdTech) berperan mendukung partisipasi pendidik Indonesia memajukan inovasi pendidikan. Selaku Pendekar VR, Suzi Budianna, ST. menyebut, “MilleaLab mendukung pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Potensi kedepannya akan sangat bagus, apalagi peserta didik sangat familiar dengan smartphone ya. Ibaratnya bermain game tetapi yang bermanfaat toh. MilleaLab bisa jadi game sekaligus tempat belajar yang disukai peserta didik. Melalui VR, mereka serasa seperti bermain game tetapi sebenarnya belajar gitu.”


Pendekar VR sendiri merupakan sebuah komunitas berisikan para pendidik yang aktif mengaplikasikan MilleaLab dalam pembelajaran di ruang kelas. Inisiasi tersebut memberi Suzi Budianna, ST. keunggulan sebagai anggota Pendekar VR. “Sebelum ada pameran pendidikan di Sampang, saya juga pernah menampilkan VR dan dikunjungi oleh pihak dinas gitu. Saat itu stan SMP, nah CGP Sampang ini stand-nya per kelompok jadi akhirnya saya berinisiatif lagi untuk menampilkan tentang VR,” ucap Suzi Budianna, ST. Dari satu pameran ke pameran lainnya, Suzi Budianna, ST. kian mengenalkan aplikasi inovatif MilleaLab.


Pada saat Suzi Budianna, ST. mengimplementasikan pembelajaran VR di ruang kelas pun, ia mendapat motivasi berkat antusiasme dan kebahagiaan belajar peserta didik. “Karena ketertarikan peserta didik itu yang memotivasi saya untuk terus ikut kegiatan. Dulu ada MOOC, SEAMOLEC mengadakan, IGI jakarta juga saya ikut lagi. Di sisi lain, MilleaLab pun selalu berkembang gitu,” ujar Suzi Budianna, ST. Lebih lanjut, keterbatasan wilayah meliputi akses dan sarpras (sarana dan prasarana) di Sampang tidak melemahkan niat Suzi Budianna, ST. sama sekali untuk terus menyebarkan praktik baik implementasi VR di dunia pendidikan. Hal ini tentunya berkaitan dengan penawaran aplikasi MilleaLab kepada penggunanya, yakni imersif. Secara sederhana, imersif berarti tidak memiliki batasan apapun, termasuk ruang dan waktu.


“Motivasinya sebenarnya ingin dapat lisensi gratis lagi. Kebetulan, terus terang di sini sekolahnya kecil sehingga lisensinya tidak memungkinkan gitu. Tetapi saya ingin menyajikan pembelajaran yang turut memajukan teknologi walaupun di desa. Peserta didik saya juga harus tahu tentang teknologi terbaru,” ucap Suzi Budianna, ST. MilleaLab secara tidak langsung menjangkau keterpencilan pendidikan melalui teknologi imersif. Konsistensi diri Suzi Budianna, ST. selama 3 tahun bergabung dalam Pendekar VR tercurahkan pada Pameran Panen Hasil Belajar CGP Sampang yang berlangsung selama 1 hari. “Jadi pameran itu untuk pendidik, maka mayoritas pengunjungnya itu ya pendidik. Responnya, mereka merasa seperti sedang bermain video game apalagi kalau dengan menggunakan kacamata VR juga. Saya kan juga pernah ikut pelatihan untuk MGMP. Saya kebetulan mengajar IPA jadi pendidik MGMP saya ajak dan pernah dapat itu lisensi gratis dari MilleaLab. Jadi bisa langsung dicoba sama teman-teman,” jelas Suzi Budianna, ST.


Inovasi teknologi masa depan seperti MilleaLab diharapkan mendukung imajinasi kreatif peserta didik dalam materi pembelajaran di ruang kelas. “Materi tata surya itu kan peserta didik tidak mungkin menyaksikan langsung di luar angkasa. Jadi, pengalamannya itu yang tidak ada, bisa jadi ada. Mereka jadi bisa lebih berimajinasi,” papar Suzi Budianna, ST. “Berkat Millealab, artikel saya tentang VR terpilih untuk dipresentasikan di acara Interaksi PPPPTK IPA Bandung pada tahun 2021,” tutup Suzi Budianna, ST. Pada akhirnya, melalui MilleaLab, Suzi Budianna, ST. tidak hanya mampu meraih pencapaian membanggakan tetapi turut serta memajukan perkembangan teknologi pendidikan di Sampang.


MilleaLab menawarkan beragam lisensi aplikasi bagi penggunanya untuk menciptakan konten pembelajaran VR sekaligus ikut serta dalam menyebarkan dampak baik penggunaan VR dalam pendidikan. Hanya dengan 60 ribu rupiah saja, kita bisa mendapatkan Individual License untuk aksesnya selama 1 bulan. Merujuk pada kisah perjalanan Suzi Budianna, ST. dalam menyebarkan dampak imersif MilleaLab, kalian pun bisa menyebarkan dampaknya!


Comentarios


bottom of page