top of page

Penyebaran Dampak Imersif #2:Asri Ratna Sari, S. E., SMP Negeri 3 Pagedongan



Saat ini, inovasi teknologi canggih seperti Virtual Reality (VR) telah merambah ke berbagai arah industri kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satunya, yaitu MilleaLab. MilleaLab merupakan platform Teknologi Pendidikan (EdTech) yang menawarkan lingkungan pembelajaran virtual 3D. Kontribusinya tampak pada dampak imersif MilleaLab yang tidak hanya berpengaruh terhadap digitalisasi praktik dan instrumen pendidikan, tetapi juga pada optimalisasi infrastruktur sekolah. Asri Ratna Sari, S. E., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pagedongan, Banjarnegara, menyampaikan “Sekolah kami itu berada di tengah hutan yang peserta didiknya belum pernah ke kota gitu. Aset dari MilleaLab ini sangat membantu dalam menggantikan sarpras (Sarana dan Prasarana) sekolah yang terbatas.”


Dukungan MilleaLab terhadap SMP Negeri 3 Pagedongan mengantarkan Asri Ratna Sari, S. E. kepada suatu penelitian yang mengupas penyaluran dan peningkatan kredibilitas sekolah. Penelitian tersebut berjudul “Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Virtual Reality dalam Pembelajaran IPS pada Berpikir Kritis dan Kebahagiaan Belajar di SMPN 3 Pagedongan, Banjarnegara” dengan tujuan mengetahui taraf kemampuan berpikir kritis dan kebahagiaan belajar peserta didik. Asri Ratna Sari, S. E. melaksanakan penelitian tersebut berdasar pada motivasi signifikan, yakni lokasi sekolah SMP Negeri 3 Pagedongan.


Menurut Asri Ratna Sari, S. E., “Motivasinya karena daerah lokasi sekolah saya itu rawan bencana. Peserta didik merasa excited gitu kalau belajar ada kinestetiknya, melihat, mendengar itu lebih asik. Mereka memakai VR supaya mereka lebih mengalami sendiri dan ketika memainkan lebih asyik daripada melihat video atau gambar.” Di lain sisi, penelitian yang menghabiskan waktu pengerjaan selama 4 bulan lamanya itu tercipta melalui metode perbandingan antarkelas, yakni antara 7A (kelas kontrol) dan 7B (kelas eksperimen). “Kelas eksperimennya baru saya pakai media VR dan hasilnya, keterampilan berpikir kritis sangat dipengaruhi oleh media pembelajaran berbasis VR demikian juga kebahagiaan belajarnya. Jadi berpengaruh secara signifikan,” ucap Asri Ratna Sari, S. E.


Di samping itu, pengalaman pribadi seorang Asri Ratna Sari, S. E. juga berperan dalam diseminasi dampak imersif pada dunia pendidikan. “Jadi, saya dipindah tugaskan menjadi kepala sekolah ke SMP di desa yang tidak ada sinyal sama sekali. Alhasil, saya harus memulai dari awal. Kemudian, inisiasinya adalah saya ikut lomba Creative Video MilleaLab dan juara. Kemudian dapat 5 alat VR dan aplikasi untuk peserta didik,” ucap Asri Ratna Sari, S. E. “Nah, dari situ saya kembangkan lagi dan ikut lomba lagi, akhirnya sekolah kami dapat Wi-Fi dari Telkom. Akhirnya jadi lancar sinyalnya. Nah, dari situlah saya tergerak untuk mengembangkan penelitian tersebut karena sekolah betul-betul mulai dari 0,” lanjut Asri Ratna Sari, S. E.


Penelitian Asri Ratna Sari, S. E. telah membuktikan bahwa pembelajaran VR mampu meningkatkan potensi terbaik kemampuan berpikir kritis sekaligus kebahagiaan belajar peserta didik. Terlepas dari dampak makro MilleaLab, Asri Ratna Sari, S. E. berharap, “Teman pendidik dan peserta didik itu tidak merasa tertinggal di tempat yang jauh dari fasilitas. Tetapi, mereka harus lebih merasa percaya diri, seperti ucapan Ki Hajar Dewantara itu mereka harus punya inquiry appreciative dari apa yang dimiliki dan bisa digunakan maksimal.” “Saya juga berharap VR ini bisa dikembangkan menjadi perpustakaan, museum, media-media digital yang dapat berkolaborasi dengan peserta didik,” lanjut Asri Ratna Sari, S. E.


Pada akhirnya, Asri Ratna Sari, S. E. juga sadar akan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas Pendekar VR. “Kolaborasi grup Pendekar VR yang saling berbagi praktik baik itu sangat baik. Apalagi ketika teman-teman mau meneliti. Dan saya senang sekali kalau Millealab itu mau mempublikasikan sekolah kami yang notabenenya di desa,” ucap Asri Ratna Sari, S. E. Tidak dapat dipungkiri bahwa eksposur keterlibatan sekolah di kancah nasional memiliki dampak dahsyat bagi perkembangan sekolah. Asri Ratna Sari, S. E. menutup, “Dampaknya ke pendidik itu luar biasa. Mereka jadi percaya diri dan merasa terakui.”

Comments


bottom of page