top of page

Penyebaran Dampak Imersif #3:Eksplorasi Interaktif MilleaLab Membangkitkan Motivasi Belajar Peserta


“Sardan A. Rahman, S. Pd. selalu percaya bahwa motivasi dapat mengalahkan tantangan apapun. Layaknya MilleaLab yang mampu menembus keterbatasan proses pembelajaran, termasuk di SMK Pembangunan Kota Ternate, Maluku Utara.”

Kata “motivasi” mungkin menjadi kata yang paling berpengaruh di dalam kehidupan pendidikan seorang pendidik SMK Pembangunan Kota Ternate bernama Sardan A. Rahman, S. Pd. Bersama MilleaLab, Sardan A. Rahman, S. Pd. percaya bahwa penantangan diri sendiri terhadap penyebaran dampak penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) telah membawanya kepada kebahagiaan belajar para peserta didik. MilleaLab yang menjadi platform pendidikan Virtual Reality pun secara langsung menjadi jembatan antara keharmonisan Sardan A. Rahman, S. Pd. dan peserta didiknya. “Pada awalnya, pembelajaran menggunakan media VR seperti MilleaLab itu menjadi tantangan baru yang memiliki pengaruh tersendiri. Peserta didik dapat seakan-akan memasuki suasana yang nyata,” ucap Sardan A. Rahman, S. Pd.

Lebih lanjut, media pembelajaran bervariatif saat ini dapat dikatakan berpotensi besar untuk menumbuhkembangkan minat belajar peserta didik. Pembelajaran yang dilaksanakan melalui inovasi teknologi imersif adalah salah satunya. Baru-baru ini, Sardan A. Rahman, S. Pd. melaksanakan workshop bertajuk ‘Workshop Metaverse: Explore The New Virtual World’ Pelatihan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pendekar VR Maluku, Gorontalo, dan Kalimantan Timur. “Durasi pelaksanaan workshop-nya itu sekitar satu bulan, tatap maya setiap hari Sabtu. Sedangkan pelaksanaan untuk kegiatan mandirinya kurang lebih berlangsung selama empat minggu,” ujar Sardan A. Rahman, S. Pd. Di lain sisi, Pendekar VR merupakan sebuah komunitas berisikan pendidik yang aktif menyebarkan dampak baik implementasi penggunaan VR di dunia pendidikan dan Sardan A. Rahman, S. Pd. tergabung di dalamnya.

Sardan A. Rahman, S. Pd. menyampaikan, “Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan media pembelajaran alternatif yang bisa menjadi harapan untuk meningkatkan semangat dan motivasi belajar peserta didik.” Selain itu, ia berharap agar pelatihan tersebut dapat menyebarluaskan media VR kepada para pendidik. Sehingga, materi-materi pembelajaran abstrak dapat tersampaikan secara maksimal. Adapun sepanjang pelaksanaan pelatihan, Sardan A. Rahman, S. Pd. menghadapi beberapa tantangan terkait perangkat komputer dan jaringan internet yang tidak memadai.

Seperti yang kita ketahui, jaringan internet di Indonesia belum sepenuhnya merata, terutama di daerah Timur Indonesia. Hal ini seringkali menjadi kendala bagi para pendidik yang aktif menyebarkan dampak baik penggunaan VR MilleaLab di sekolah. Kendati demikian, Sardan A. Rahman, S. Pd. percaya bahwa motivasi sekali lagi menjadi solusi atas permasalahan tersebut. “Ya kami juga memberikan kesempatan agar pendidik bisa mengeksplorasi lebih jauh lagi mengenai pembelajaran VR dengan perpanjangan waktu. Agar kondisi tidak memungkinkan di lapangan seperti tantangan tadi dapat terhindari. Kami mendorong dan memotivasi para pendidik saat pelatihan,” tegas Sardan A. Rahman, S. Pd.

Pernyataan tersebut pun diikuti dengan fakta bahwa MilleaLab turut menyediakan mode offline yang tidak membutuhkan jaringan internet dengan syarat scene pembelajaran yang sudah diciptakan harus diunduh terlebih dahulu. “Platform yang sesuai untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran ya. Saya berharap pendidik dan pemerintah bersama-sama membahagiakan pembelajaran peserta didik melalui VR. MilleaLab menjadi alternatif pembelajaran optimal ketika peserta didik membutuhkan motivasi belajar lebih melalui eksplorasi interaktif VR,” tutup Sardan A. Rahman, S. Pd.


Comments


bottom of page