top of page

Program Peningkatan Kompetensi Literasi Digital MilleaLab x GTK Kemdikbud di Wilayah Barat



“MilleaLab bersama Ditjen GTK Kemdikbud bergandengan dalam mewujudkan peningkatan literasi digital bagi para pendidik di seluruh Indonesia. Pembagian wilayah target dalam program kolaborasi ini terwujud berdasarkan tingkat literasi digital dan numerasi yang rendah di Indonesia.”



Dalam rangka meningkatkan kompetensi literasi digital terkait upaya implementasi kurikulum merdeka, MilleaLab dan Direktorat Jenderal GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kemdikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) Indonesia menginisiasi sebuah program literasi digital. Berkenaan dengan hal tersebut, para pendidik berperan sangat penting dalam memperkenalkan teknologi penunjang pembelajaran kepada peserta didik. Program kolaborasi kedua pihak yang berkontribusi bagi dunia pendidikan ini pun secara langsung menyasar tiga wilayah berbeda untuk proses pelaksanaan kegiatannya antara lain wilayah Barat, Tengah, dan Timur. 


Andre Wirautomo, Business Development MilleaLab, menyampaikan, “Sebetulnya, program ini dapat dikatakan program dukungan terhadap program-program yang telah GTK Kemdikbud laksanakan seperti Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Untuk program literasi digital di wilayah barat itu terdiri dari 13 Kabupaten dan Kota dengan cakupan provinsi Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Banten.” Selain itu, tenaga pendidik sudah dapat melakukan pendaftaran terhadap kegiatan ini mulai dari tanggal 20 Desember 2023 hingga 15 Januari 2024. Artinya, program literasi digital MilleaLab bersama GTK Kemdikbud akan menjadi pembuka tahun 2024 demi meningkatkan kompetensi literasi digital tersebut.


Nyatanya, pembagian tiga wilayah sasaran MilleaLab dan GTK Kemdikbud untuk penjalanan program peningkatan literasi digital hadir bukan tanpa alasan signifikan. “Pada awalnya, hampir seluruh wilayah di Indonesia ingin kami tuju dalam program ini. Tetapi kami khawatir tidak semua pendidik akan terjangkau melalui program ini,” ujar Andre yang menambahkan, “Akhirnya, setelah berdiskusi dengan GTK Kemdikbud, kami memutuskan untuk menyasar wilayah dengan tingkat literasi digital dan numerasi yang rendah.” Lantas, mengapa tiga wilayah tersebut dinamai dengan wilayah barat, tengah dan timur?


Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwasanya tiga wilayah tersebut secara langsung mewakili pembagian waktu di Indonesia, yakni WIB, WITA, dan WIT. Pelaksanaan program peningkatan literasi digital tersebut pun tidak terlaksana secara bersamaan sekaligus. Hal ini dikarenakan perbedaan waktu yang tidak memungkinkan seluruh pendidik hadir seiringan. “Untuk pelaksanaan webinar wilayah barat sendiri itu berlangsung dari 17 Januari 2024 hingga 7 Februari 2024. Selanjutnya, pendidik diharuskan untuk mengunggah bukti karya berupa konten pembelajaran Virtual Reality (VR) melalui PMM (Platform Merdeka Mengajar) mulai tanggal 8 Februari 2024 hingga 29 Februari 2024,” ujar Andre. Adapun syarat pendaftaran bagi pendidik untuk mengikuti program literasi digital ini dapat dilakukan secara mandiri. 


Tidak hanya itu, pembagian wilayah-wilayah spesifik oleh GTK Kemdikbud dan MilleaLab secara langsung memilih daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Daerah 3T ini pun berarti wilayah di Indonesia yang memiliki kondisi geografis, sosial, dan budaya yang kurang berkembang jika dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Program peningkatan kompetensi literasi digital MilleaLab bersama GTK Kemdikbud menjadi bukti nyata dalam inovasi perkembangan teknologi bagi dunia pendidikan. Lebih menarik lagi, kegiatan ini tidak hanya terhenti pada satu wilayah saja, melainkan tiga wilayah.


コメント


bottom of page