top of page

Stories from School #2:SMA 1 Muhammadiyah Jakarta


Cerita kehebatan MilleaLab sebagai pelopor teknologi pendidikan (EdTech) telah sampai di tengah SMA 1 Muhammadiyah Jakarta. SHINTA VR merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang menginisiasi MilleaLab untuk mendorong pemanfaatan teknologi imersif Virtual Reality (VR) ke tingkat lanjutan, terutama pada industri pendidikan. MilleaLab menawarkan kemudahan sekaligus kebahagiaan dalam praktik belajar mengajar.


Teknologi imersif VR menjadi terobosan inovatif di era perkembangan teknologi karena kehidupan manusia, bagaimanapun, terbantu berkatnya. Pemanfaatan teknologi VR di ranah pendidikan memberikan cara baru yang menarik dalam pembelajaran di kelas. Seorang peserta didik SMA 1 Muhammadiyah Jakarta menyampaikan, “VR membuatku mempelajari banyak hal. Ini cara baru dalam belajar sehingga kami semakin tertarik dalam pembelajaran.”


MilleaLab mengandalkan teknologi VR yang memiliki sifat tidak terbatas. Pendidik dapat mengantarkan materi pembelajaran apa pun tanpa kendala karena pendidik tidak terpaku pada ruang dan waktu. Hal tersebut menjadi alasan peserta didik tertarik dalam pembelajaran dengan platform teknologi pendidikan MilleaLab.


Faktanya, sistem pemrograman teknologi imersif VR yang kompleks untuk pendidikan menuntun kepada pengaplikasian penggunaan VR yang justru simpel masih terhitung sedikit. Padahal, hal yang perlu dikedepankan teknologi VR, yakni pengalaman realistis dan praktis. Sementara itu, kendala yang kerap dihadapi peserta didik adalah pengvisualisasian materi yang terbatas pada jarak dan waktu. Karenanya MilleaLab menawarkan lingkungan virtual layaknya Metaverse secara realistis tiga dimensi.


Salah satu materi pembelajaran yang terbatas pada waktu adalah sejarah. Dalam praktiknya, peserta didik kerap sulit mengimajinasikan peristiwa-peristiwa bersejarah di masa lampau. Namun, sekarang tidaklah demikian. Sebab, pendidik yang mengajar sejarah dapat membuat konten pembelajaran sejarah dengan aset realistis 3D yang tersedia di MilleaLab. Kendati demikian, lembaga pendidikan–seperti sekolah–perlu terlebih dahulu melihat peranan penting teknologi imersif agar pemanfaatannya dapat terealisasi secara masif.


Dengan kata lain, MilleaLab mendorong adaptasi perkembangan teknologi sekaligus pemanfaatannya peluang untuk memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan. Tidak hanya MilleaLab, adaptasi berbagai aspek pendidikan semacam ini pun lambat-laun membuktikan peran signifikan sebagai penyumbang dampak positif pemanfaatan VR di ranah pendidikan.


Pengenalan MilleaLab kepada peserta didik SMA 1 Muhammadiyah Jakarta terwujud guna menunjang perbaikan mutu pendidikan di masa yang akan datang. MilleaLab telah mampu membuktikan kredibilitasnya melalui pencerahan teknologi imersif di SMA 1 Muhammadiyah Jakarta. Optimisme tersebut tidak khayalan belaka seperti ucapan salah satu peserta didik SMA 1 Muhammadiyah “Semoga MilleaLab dapat mengembangkan teknologi yang lebih inovatif lagi.”


Comentarios


bottom of page