top of page

Technological Advancement in Education #1: VR untuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)



Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian dari Kurikulum Merdeka. Pendidik dan peserta didik bersama-sama berjuang demi kemajuan pendidikan Indonesia melalui berbagai jalur, termasuk jalur teknologi Virtual Reality.”



Kemajuan teknologi pendidikan Indonesia bergantung erat pada kontribusi elemen-elemen pendidikan yang ada seperti pendidik, peserta didik, dan lembaga pendidikan. Dalam konteks tersebut, terdapat beragam cara inovatif untuk mempercepat akselerasi dari kemajuan tersebut, termasuk teknologi. MilleaLab, teknologi pendidikan Virtual Reality (VR) merupakan salah satu perwujudan platform aplikatif bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Muhlis, S.Pd., M.Pd., seorang pendidik dari SMP Negeri 6 Makassar, menyampaikan, “Dampak VR terhadap pembelajaran peserta didik itu sangat bagus. Selain itu, pembelajaran di kelas menjadi lebih mendalam, mereka lebih fokus, tidak lihat kanan dan kiri. Ini yang menjadi motivasi saya untuk terus konsisten.”


Lebih lanjut, kontribusi Muhlis, S. Pd., M. Pd. sebagai salah satu elemen pendidikan tidak terbatas pada pembelajaran ruang kelas. Baru-baru ini, Muhlis S. Pd., M. Pd. melaksanakan praktik baik berupa pengimplementasian teknologi VR terhadap kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). “Salah satu sekolah di Makassar menghubungi saya terkait kegiatan ini di satu sekolah yang dapat dikatakan jauh dari pusat kota. Akhirnya, kami berdiskusi untuk melaksanakan kegiatan P5 dan memulainya,” ujar Muhlis, S. Pd., M. Pd. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan dua minggu tersebut pun melibatkan pelatihan bagi pendidik sekaligus peserta didik untuk pembuatan konten pembelajaran berbasis VR.


Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sendiri merupakan satu bagian dari Kurikulum Merdeka yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter. Di samping itu, MilleaLab menyediakan aplikasi berbasis VR yang Muhlis, S. Pd., M. Pd. telah perdalam berkat bergabung ke dalam komunitas Pendekar VR. Implementasi VR pada kegiatan P5 tersebut pun membuahkan hasil signifikan yang berpotensi memajukan pendidikan teknologi di Indonesia sekaligus mendukung penguatan karakter peserta didik secara menyeluruh.


“Salah satu segmen dari kegiatan P5 ini kan ada Outing School yang memungkinkan peserta didik harus belajar di luar kelas. Nah, tempat-tempat yang terbatas pada jarak, waktu, dan biaya itu dapat teratasi melalui VR ini. Koneksinya ada di situ,” tegas Muhlis, S. Pd., M. Pd. Di dalam setiap pelaksanaan praktik baik terkait teknologi pendidikan, jaringan internet selalu menjadi tantangan utama bagi para pendidik, termasuk Muhlis, S. Pd., M. Pd. Muhlis, S. Pd., M. Pd. menambahkan, “Sinyal itu menjadi masalah utama. Untungnya, pemerintah membantu mencarikan solusi, yakni tempat atau ruang khusus bagi peserta didik dan pendidik untuk belajar dengan internet yang memadai. Meskipun jarak yang harus ditempuh dari sekolah itu lumayan jauh.”


Perbedaan dari kemampuan belajar pendidik dan peserta didik dalam kegiatan P5 ini pun terlihat sangat signifikan. Muhlis, S. Pd., M. Pd. percaya bahwa hal tersebut terjadi karena peserta didik lebih akrab dalam menggunakan teknologi di kesehariannya. Nyatanya, fakta tersebut tidak mematahkan semangat serta motivasi para pendidik untuk belajar mengembangkan konten pembelajaran VR di MilleaLab Creator. Pada akhirnya, semua elemen pendidikan terus berusaha mewujudkan kemajuan pendidikan Indonesia melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui implementasi penggunaan teknologi Virtual Reality.


Comments


bottom of page