• Jelita Cahyaningtiyas

People Inspiration: Belajar Lewat Virtual Reality (VR) Bersama Andes Rizky


 


Andes Rizky, Managing Director Shinta VR, merupakan lulusan Fisika Universitas Indonesia yang menyukai seni khususnya di bidang pembuatan film dan teater. Andes Rizky mulai tertarik dengan teknologi Virtual Reality (VR) pada 2014 karena menurutnya Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang dapat menggabungkan antara science dan art.


Menurut Andes Rizky, keefektifan dalam pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) di Indonesia tergantung pada segmentasi yang tepat. Bidang yang paling tepat sesuai dengan segmentasi di Indonesia adalah pendidikan dan pelatihan. Pengoptimalan Virtual Reality (VR) dalam kedua bidang ini sangat tepat karena alat yang semakin murah dan sumber daya manusia Indonesia yang semakin ahli dalam pembuatan konten Virtual Reality (VR). Diharapkan, pemanfaatan Virtual Reality (VR) di Indonesia akan sangat efektif ke depannya.


Untuk itu, Andes Rizky membuat aplikasi all-in-one platform pembuat konten berbasis Virtual Reality (VR) pendidikan bernama MilleaLab. MilleaLab memberikan solusi terintegrasi bagi pendidikan Indonesia. Dengan penggunaan Virtual Reality (VR), dapat meminimkan pengeluaran biaya fasilitas praktik atau kegiatan simulasi lainnya yang semakin menjadi kegiatan utama dalam pembelajaran. Selain itu, penggunaan Virtual Reality (VR) MilleaLab dapat menghilangkan “GAP” teknologi yang terdapat antara guru dan siswa karena guru dapat membuat konten pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswa. Lebih dari itu, kegiatan belajar mengajar akan menjadi lebih seru dan menarik bagi para siswa dan guru.


MilleaLab sebagai aplikasi all-in-one platform pembuat konten berbasis Virtual Reality (VR) pendidikan membutuhkan kecepatan internet yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan video conference. Penggunaan MilleaLab dalam satu kali journey, hanya membutuhkan maksimal 150-180Mb. Penggunaan MilleaLab juga dapat dikombinasikan dengan platform lain, seperti whatsapp dll.


Pencapaian MilleaLab di Indonesia kini sudah menjangkau 1.200 sekolah, 2.000 guru, 15.000 pengguna, dan 125 sekolah partner di 34 provinsi.